KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur sejak sore mengakibatkan Kali Leduk dan Kali Cirarab meluap, merendam permukiman di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Selasa, 12 Agustus 2025 malam. Hingga pukul 22.11 WIB, genangan air masih bertahan di sejumlah titik, dan proses evakuasi warga terus berlangsung.
Camat Priuk, Nanang, mengatakan tiga RW di Kelurahan Gebang Raya, yakni RW 21, RW 22, dan RW 25, menjadi wilayah terdampak banjir. Selain itu, banjir juga melanda RW 8 Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor.
“Penyebab genangan adalah air dari Kali Leduk yang meluap di titik yang belum diturap permanen, tepatnya di depan Perumahan Duta Residen. Tanggul di RW 21, 22, dan 25 dalam kondisi aman karena baru diperbaiki, tetapi luapan masuk dari titik yang belum ada tanggul permanen,” ujar Nanang.
Menurut data sementara, jumlah warga terdampak di RW 22 mencapai sekitar 147 kepala keluarga (KK), RW 25 sebanyak 172 KK, dan RW 21 sekitar 140 KK. Pemerintah Kecamatan Priuk telah menyiapkan lokasi pengungsian di GOR RW 25, Masjid RW 22, dan Posyandu dekat Pasar Regensi. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.00–17.30 WIB, ketika debit air Kali Leduk meningkat tajam.
“Air dari Kali Leduk mulai tinggi, lalu meluap ke Jalan Duta Residen, kemudian mengalir ke RW 21, RW 22, dan RW 25,” kata Nanang.
Ia menegaskan bahwa kiriman air dari wilayah hulu menjadi penyebab utama banjir.
TONTON VIDEO:
“Hulunya dari wilayah Jatuwung, Kabupaten Tangerang, termasuk Jatake, Binong, Curug, dan Cikupa. Tanggul yang sudah dibangun pemerintah kota kondisinya baik, tidak ada luapan di titik itu. Masalahnya di lokasi yang belum diturap,” ungkapnya.
Untuk penanganan darurat, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Tangerang, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kepolisian, serta unsur tiga pilar.
“Kita fokus pada evakuasi warga ke posko pengungsian. Logistik siap saji dari Dinas Sosial sedang dalam perjalanan. Malam ini akan dibagikan nasi bungkus, dan besok akan dievaluasi lagi kondisinya,” tambah Nanang.
Kepala UPT Priuk, Kamaludin Azizi, mengatakan pihaknya menerjunkan enam perahu untuk membantu evakuasi, dibantu empat perahu dari Mako, sehingga total tersedia 10 perahu di lokasi.
“Prioritas evakuasi adalah bayi dan lansia. Kedalaman air di titik terdalam mencapai satu meter,” katanya.
Ia juga menyebut sebelum menangani banjir di Gebang Raya, pihaknya lebih dulu menangani genangan di kawasan Magnolia sejak siang hari.
Banjir di RW 8 Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, disebabkan luapan tanggul Kali Leduk akibat tingginya volume air. Di lokasi tersebut, evakuasi warga juga dilakukan menggunakan perahu.
Salah satu pengungsi, Rita (51), menceritakan air mulai masuk rumahnya tak lama setelah Magrib.
“Kalau di depan rumah, sepaha. Kalau di dalam rumah sebetis, di bawah lutut. Saya cuma sempat selamatkan satu kasur saja. Barang lain sudah tidak bisa diangkat,” ujarnya.
Rita yang tinggal di Kelurahan Gebang Raya, RW 25, bersama suami, anak, dan cucu langsung mencari tempat aman saat banjir datang.
“Banjirnya akibat tanggul Kali Leduk yang meluap. Dulu pernah tiga kali setahun, tapi sudah dua tahun aman. Sekarang tiba-tiba banjir lagi. Harapannya air cepat surut dan ke depan tidak banjir lagi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Priuk. Petugas gabungan terus melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan, dengan fokus melindungi kelompok rentan seperti lansia, bayi, dan anak-anak.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Doni Ambarita
Editor : Eky Fajrin










