PANDEGLANG, LENSABANTEN.CO.ID — Di tepi Pantai Pasir Putih Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa pagi, 23 Desember 2025, dua unit kapal nelayan bersandar dengan wajah baru. Gubernur Banten Andra Soni datang membawa jawaban atas aspirasi yang sempat disampaikan para nelayan pesisir beberapa bulan lalu: armada untuk melaut.
Bantuan kapal tersebut diserahkan kepada dua kelompok nelayan, Berkah Laut Carita dan Mina Bahari Carita. Bagi para penerima, kapal itu bukan sekadar alat tangkap, melainkan tumpuan harapan untuk keberlanjutan hidup di tengah keterbatasan sarana melaut.
Andra Soni menyebut bantuan ini sebagai tindak lanjut dari dialognya dengan nelayan Desa Sukarame, Kecamatan Carita, saat kunjungan kerja sebelumnya. Kala itu, dua kelompok nelayan mengeluhkan ketiadaan perahu yang membuat aktivitas melaut tak bisa berjalan maksimal.
“Saat berkunjung ke Sukarame beberapa bulan lalu, mereka menyampaikan langsung kesulitan yang dihadapi karena tidak memiliki kapal. Hari ini, Alhamdulillah, bantuan itu bisa kita wujudkan,” kata Andra.
Usai penyerahan secara simbolis, Andra tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia bersama jajaran terkait menjajal langsung kapal bantuan tersebut di perairan sekitar Pantai Carita. Bahkan, ia sempat melempar kail, memastikan kapal benar-benar siap digunakan.
BACA JUGA : 10.500 Nelayan, Petani, dan Pekerja Rentan di Banten Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
“Saya sudah mencoba perahunya, dan Alhamdulillah berfungsi dengan baik,” ujarnya singkat.
Ia menekankan, bantuan aset tersebut harus dikelola secara kolektif dengan manajemen yang baik. Perawatan rutin menjadi kunci agar kapal tetap layak pakai dan mampu menunjang aktivitas melaut dalam jangka panjang.
“Kalau dirawat dengan baik, kapal ini bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi para nelayan,” kata Andra.
Penyaluran bantuan armada ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas nelayan di kawasan Carita dan sekitarnya. Lebih jauh, langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat pesisir secara nyata, dari dialog hingga realisasi di lapangan.










