TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Paroki Tangerang, Banten, menggelar perayaan Misa Malam Natal dengan dua kali Ekaristi pada Rabu malam, 24 Desember 2025. Dua perayaan tersebut dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB dan 21.00 WIB dengan total umat yang hadir mencapai sekitar 14.000 orang.
Wakil Ketua II Dewan Paroki Harian (DPH) Paroki Tangerang, Agustinus Teguh Wahyudi, menyampaikan bahwa setiap misa disiapkan untuk menampung sekitar 7.000 umat. Skema dua kali misa diterapkan untuk mengakomodir antusiasme umat yang tinggi.
“Untuk kapasitasnya sendiri kami menampung kurang lebih hampir 7.000 umat sekali misa. Dengan adanya dua kali misa, total umat yang kami akomodir sekitar 14.000 umat,” ujar Teguh.
Perayaan Natal tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga pada partisipasi umat dalam menjaga lingkungan. Panitia mengajak umat memanfaatkan bahan-bahan daur ulang sebagai dekorasi gereja.
“Kami mengundang seluruh umat untuk berpartisipasi merayakan Natal dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, mendekorasinya, dan kemudian dilombakan,” katanya.
Menurut Teguh, inisiatif tersebut selaras dengan Arah Dasar (Ardas) Gereja yang akan memasuki fokus lingkungan hidup pada 2026. Upaya ini diharapkan menumbuhkan kesadaran ekologis yang dimulai dari keluarga.
BACA JUGA : Paroki Tangerang Gelar Misa Natal 2025, Siap Tampung 7.000 Umat
“Ini sesuai dengan Ardas yang akan kita sambut di 2026 tentang lingkungan hidup. Prinsip menjaga kelestarian lingkungan sedang kami coba gerakkan di dalam umat,” jelasnya.
Pastor Nicolaus Dibyadarmaja, SJ, menjelaskan bahwa tema Natal 2025 menekankan peran keluarga sebagai pusat karya keselamatan Allah. Tema tersebut dirumuskan dalam pesan “Allah Menyelamatkan dalam Keluarga”.
“Tema Natal tahun 2025 adalah ‘Allah Menyelamatkan dalam Keluarga’. Allah yang Mahakuasa berkenan hadir dan menyertai manusia melalui keluarga,” ujar Pastor Nicolaus.
Ia menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momen refleksi iman tentang inkarnasi Allah. Dari keluarga, nilai kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama dibangun.
“Merayakan Natal bukan hanya perayaannya, tetapi mengenangkan dan bersyukur bagaimana keluarga menjadi tempat kehadiran Allah berkarya untuk menyelamatkan,” ungkapnya.
BACA JUGA : Lonjakan Penumpang Nataru Capai 80 Persen, PO Rosalia Indah Padati Jurusan Jawa Timur
Tema Natal juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap korban bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia. Pastor Nicolaus mengajak umat memandang penderitaan sesama sebagai bagian dari satu keluarga umat manusia.
“Saudara-saudara kita yang mengalami bencana adalah keluarga kita pula. Di situlah keterlibatan kita sebagai satu keluarga umat manusia,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pertobatan ekologis yang dimulai dari keluarga. Kepedulian terhadap lingkungan dinilai sebagai tanggung jawab iman dalam menjaga ciptaan Tuhan.
“Pertobatan ekologis bukan hanya soal penyesalan, tetapi sungguh-sungguh mengolah hidup agar menjadi tempat karya Allah untuk menyelamatkan semesta,” kata Pastor Nicolaus.
Salah satu umat yang mengikuti Misa Malam Natal mengaku merasakan suasana perayaan yang khidmat dan penuh makna. Ia menilai pesan Natal tahun ini relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.
“Sebagai anak muda, saya merasa Natal kali ini mengajak kami lebih peduli pada keluarga dan lingkungan. Pesannya sederhana, tapi sangat mengena dan bisa langsung diterapkan,” ujar Marcelino (20).
BACA JUGA : Stok Aman Jelang Nataru, Pemkot Tangerang Salurkan 2 Ton Cabai Lokal ke Pasar Induk
Terkait pengamanan, perayaan Misa Malam Natal di Gereja HSPMTB Paroki Tangerang berlangsung aman dan tertib. Kondisi tersebut didukung oleh koordinasi panitia dengan aparat kepolisian.
“Kami berterima kasih kepada Kapolsek dan Kapolres atas kerja samanya sehingga perayaan malam Natal ini berjalan kondusif,” ujar Teguh.
Di akhir perayaan, Pastor Nicolaus menyampaikan pesan Natal kepada umat dan masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak menjadikan Natal sebagai momentum membangun keluarga dan kepedulian bersama.
“Mari kita membangun pertobatan di dalam keluarga kita, dari hal-hal kecil seperti memilah dan mengolah sampah. Dari keluarga itulah Allah berkarya untuk menyelamatkan dunia,” pungkasnya.
Perayaan Misa Malam Natal di Gereja HSPMTB Paroki Tangerang berlangsung dengan khidmat, aman, dan penuh makna kebersamaan. Antusiasme 14.000 umat menjadi cerminan kuatnya semangat persaudaraan, iman, dan kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Natal.









