Peluncuran Gerakan Lansia Berdaya di Banten akan Dihadiri Prabowo Subianto

Kunjungan Bersejarah ke Mesir: Presiden Prabowo Hadiri KTT D-8 dan Perkuat Hubungan Bilateral
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Kairo, Mesir, disambut oleh Menteri Negara Urusan Produksi Militer Mesir Mayjen Muhamad Solah, pada Selasa (17/12/2024). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

KOTA SERANG, LENSABANTEN.COID —Provinsi Banten ditunjuk menjadi tuan rumah Peluncuran Gerakan Lansia Berdaya. Gerakan tersebut bakal diresmikan Presiden Prabowo Subianto sekitar pertengahan Februari 2025.

Hal itu diungkap Pj Gubernur Banten, A Damenta saat menerima Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Budi Setiyono bersama jajarannya di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin, 20 Januari 2025.

Bacaan Lainnya

A Damenta mengungkapkan, Pemprov Banten siap menjadi tuan rumah kegiatan tersebut dan sudah melakukan koordinasi baik internal maupun eksternal. Juga siap dengan rencana kunjungan presiden pada acara itu.

“Kami sangat siap dan mendukung program yang akan dilaksanakan nanti. Termasuk apa saja yang harus dipersiapkan,” katanya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Provinsi Banten banyak dikunjungi oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat, mulai dari Kemenko Pangan dan beberapa menteri terkait dalam rangka kesiapan swasembada pangan.

Kemudian kunjungan dari Komunitas Seruni Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Selvi Ananda Gibran bersama para istri Menteri Kabinet Merah Putih serta kunjungan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

“Alhamdulillah dari serangkaian kegiatan itu berjalan baik dan sukses,” ucapnya.

Dalam Peluncuran Gerakan Lansia Berdaya rencananya akan dihadiri sekitar 5.000 lansia dari berbagai kalangan, mulai dari petani, nelayan, serta lansia dari kalangan disabilitas.

“Tentu kami mendukung bagaimana para lansia yang ada bisa berdaya,” ujarnya.

Sesmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Budi Setiyono mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami aging population, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk lansia terus meningkat.

Hal ini jika tidak dipersiapkan dengan baik, akan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penurunan produktivitas masyarakat, menurunnya jumlah angkatan kerja dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi masalah aging population itu, pemerintah melakukan berbagai program, kebijakan dan regulasi, salah satunya dengan program Quick Wins yang digagas oleh Kemendukbangga.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.