KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pendekatan digital. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan tata kelola yang lebih responsif, terintegrasi, dan transparan dalam penanganan masalah gizi anak dan kesehatan remaja. Kota Tangerang, Kamis, 19 Juni 2025.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang menjadi ujung tombak dalam pengembangan berbagai aplikasi yang mendukung program penanganan stunting.
Kepala Bidang Pengembangan e-Government Diskominfo, Izki F. Sunaryo, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah aplikasi digital yang difokuskan untuk mendukung kerja-kerja lintas perangkat daerah dalam menanggulangi stunting.
Tiga Fokus Digitalisasi Penanganan Stunting
- Pengembangan Aplikasi Sidata Stunting – Menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan)
Aplikasi ini menjadi alat pendukung pencatatan dan pelaporan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang terindikasi stunting. Aplikasi tersebut ditargetkan rampung pada triwulan keempat tahun ini. Dengan digitalisasi PMT, diharapkan proses distribusi dan monitoring dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.
- Pengembangan Modul YukJaIm (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia)
Modul ini merupakan bagian dari aplikasi Sidata yang fokus pada pencegahan anemia di kalangan remaja. Aplikasinya telah selesai dikembangkan oleh Diskominfo, namun pelaksanaan teknis di lapangan, seperti pemberian tablet tambah darah untuk remaja usia sekolah, menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
- Integrasi Menu Penganten Sehat dalam Aplikasi Tangerang LIVE
Fitur ini telah terintegrasi dan dimanfaatkan dalam platform Tangerang LIVE. Menu “Penganten Sehat” mendukung edukasi dan pelayanan kesehatan pranikah, yang juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang mencegah stunting sejak sebelum kehamilan. Aplikasi ini sudah aktif digunakan masyarakat.
Upaya integrasi digital ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam menciptakan ekosistem data yang terpusat dan real-time, sekaligus memperkuat sinergi antar-perangkat daerah dalam menanggulangi stunting secara sistemik.
“Melalui pengembangan teknologi informasi yang mendukung pelayanan publik, kami ingin memastikan bahwa penanganan stunting tidak hanya bersifat administratif, tapi juga berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Izki F. Sunaryo.








