KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Gubernur Banten, Andra Soni, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan dan berkontribusi selama berlangsungnya arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah atau tahun 2025 di wilayah Provinsi Banten.
Andra menyampaikan bahwa Provinsi Banten menjadi pusat perhatian pada saat puncak arus mudik berlangsung, mengingat adanya Pelabuhan Merak dan Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi pintu masuk utama pemudik.
Salah satu hal krusial yang menjadi perhatian Andra adalah ketersediaan toilet portable di delapan Buffer Zone yang harus tersedia dengan baik jumlah dan kualitasnya.
Selain itu, pemeliharaan jalan yang menjadi kewenangan provinsi juga harus dijaga agar tetap dalam kondisi baik, sehingga para pemudik yang melaluinya bisa aman dan lancar.
“Saya telah mengerahkan seluruh dinas terkait untuk memperhatikan itu,” ungkap Andra Soni usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung tahun 2025 di Lapangan Polda Banten, Kota Serang.
Kapolda Banten, Irjen. Pol. Suyudi Ario Seto, menambahkan bahwa hasil survei potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun 2025 mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 146,48 juta orang.
Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 5 hingga 7 April 2025.
Polda Banten sendiri telah mengerahkan 1.974 personel guna mengamankan arus mudik 2025 di seluruh Banten. Operasi Ketupat Maung ini akan digelar selama 17 hari dari 23 Maret hingga 8 April 2025, dengan didukung personil dari Mabes Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.
“Pelayanan yang ramah dan responsif juga harus menjadi prioritas selama pengamanan mudik lebaran 2025. Tampilkan sosok petugas yang humanis memberikan edukasi dan himbauan kepada pemudik. Serta strategi komunikasi publik yang baik pastikan masyarakat dapat memahami informasi terkait layanan,” pungkas Kapolda saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung tahun 2025.









