KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Prestasi membanggakan diraih para penari dari Sanggar Tari Parikesit, Puri Kartika, Ciledug. Mereka berhasil meraih juara 2 dalam ajang lomba tari kreasi nusantara tingkat nasional yang digelar oleh Real Art di Jakarta. Kompetisi ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri seperti Thailand dan Malaysia.
Dengan keberhasilan tersebut, tim penari yang membawakan Tari Jaripah ini berhak melaju ke grand final pada Desember 2025. Jika kembali meraih kemenangan, mereka akan mendapat kesempatan tampil di Malaysia.
Tari Jaripah sendiri merupakan tarian kreasi asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang terinspirasi dari kisah Ratu Banyuwangi dan hewan peliharaannya, Barong. Meski cukup dikenal di daerah asalnya, tarian ini masih jarang dipentaskan di Jakarta. Tarian tersebut diciptakan pada 2012 dan kini kembali diperkenalkan lewat kompetisi nasional.
Tujuh penari muda Sanggar Parikesit tampil memukau di atas panggung. Mereka dibina langsung oleh Dhira Ramadhani Sekar Khinanty, S.Sn., generasi kedua dari sanggar yang berdiri sejak 1985. Dhira kini aktif sebagai koreografer sekaligus guru ekstrakurikuler tari di 10 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Setiap bulan kami lakukan evaluasi dari lomba ke lomba, agar anak-anak terus berkembang dan siap tampil lebih baik,” ujar Dhira ditemui di Gedung Seni Budaya, Kamis, 3 Juli 2025.
Keikutsertaan ini bukan hanya ajang unjuk kemampuan seni, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya nusantara di kalangan generasi muda.










