TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID — Perayaan budaya Lebaran Betawi Tangsel 2026/1447H berlangsung meriah di kawasan LB6, Jurang Mangu Barat, Tangerang Selatan. Kegiatan yang digelar selama dua hari pada 23–24 Mei 2026 itu dipadati masyarakat yang datang untuk menikmati hiburan sekaligus mengenal budaya Betawi lebih dekat.
Beragam pertunjukan budaya ditampilkan dalam acara tersebut. Mulai dari senam Betawi, palang pintu, tanjidor, gambang kromong, hingga bazar kuliner khas Betawi turut memeriahkan suasana sejak pagi hari.
Angkat Kembali Budaya Betawi
Lurah Jurang Mangu Barat, Dedi Rosadi, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk upaya menghidupkan kembali budaya Betawi yang selama ini belum terlalu terlihat di wilayahnya. Menurutnya, Jurang Mangu Barat memiliki komunitas Betawi yang cukup kuat sehingga budaya lokal perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.
“Karena memang dari awal kita mengangkat kultur kita ya. Kultur yang ada di wilayah Jurang Mangu Barat khususnya,” kata Dedi Rosadi kepada Lensa Banten saat ditemui di lokasi acara pada Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menjelaskan rangkaian acara diawali dengan senam Betawi yang diikuti warga sejak pagi hari. Selain itu, kegiatan juga diisi berbagai hiburan budaya dan pembagian doorprize untuk masyarakat.
“Pagi, senam Betawi. Diisi dengan doorprize-doorprize dari lingkungan. Kedua, kegiatan seni budaya Betawi, termasuk yang sekarang lagi tampil nih,” ujarnya.
Menurut Dedi, kegiatan budaya seperti Lebaran Betawi menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali gairah budaya lokal di tengah masyarakat. Ia berharap budaya Betawi bisa terus hidup dan dikenal generasi muda.
“Karena walaupun gimana, kita ada etnis yang memang tahu lah kalau Jurang Mangu Barat itu memang ada komunitas Betawi. Jadi kita berupaya mengangkat budaya Betawi yang memang selama ini diam-diam saja, artinya belum kelihatan gairahnya,” ucapnya.
Program Kelurahan dan Perdana Digelar
Dedi menegaskan kegiatan Lebaran Betawi Tangsel 2026 merupakan program yang diinisiasi langsung oleh pihak kelurahan. Menurutnya, kelurahan ingin ikut berperan dalam menjaga budaya lokal melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kalau kegiatan ini memang dari kelurahan langsung. Kita coba ambil peran juga untuk menghidupkan budaya di wilayah Jurang Mangu Barat, supaya masyarakat bisa punya kegiatan positif dan budaya Betawi juga tetap terjaga,” katanya.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi yang pertama kali digelar di wilayah Jurang Mangu Barat. Meski baru perdana, antusias masyarakat dinilai cukup tinggi sepanjang acara berlangsung.
“Ini memang perdana kita laksanakan. Jadi masih banyak yang akan dievaluasi dan dikembangkan lagi ke depannya, tapi alhamdulillah antusias masyarakat cukup bagus dari pagi sampai sekarang,” ujar Dedi.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan. Pihak kelurahan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar acara budaya Betawi bisa berkembang lebih besar di masa mendatang.
Warga Minta Jadi Agenda Tahunan
Kegiatan Lebaran Betawi Tangsel 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Warga menilai acara tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan di lingkungan.
“Senang sih ada acara begini, jadi warga bisa kumpul bareng sambil lihat budaya Betawi. Biasanya kan jarang ada kegiatan seperti ini di lingkungan,” ujar Rosidah.
Sementara itu, warga lainnya bernama Ahmad berharap kegiatan budaya seperti Lebaran Betawi dapat menjadi agenda rutin tahunan di wilayah Jurang Mangu Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.
“Menurut saya bagus kalau acara kayak gini dijadikan rutin tiap tahun. Selain hiburan, warga juga jadi lebih kompak dan budaya Betawi tetap hidup,” kata Ahmad.
Ia menambahkan kegiatan budaya seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal tradisi Betawi yang ada di lingkungan mereka sendiri.










