LOMBOK, LENSABANTEN.CO.ID-Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Banten berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kontingen yang sebagian besar beranggotakan atlet dari Kota Tangerang ini sukses membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu dari berbagai kategori pertandingan.
Ketua Perwatusi Banten, Otong Supriyadi, menjelaskan bahwa medali emas diraih dari kategori grup, dua medali perak dari nomor perorangan dan osteodance, serta satu perunggu dari kategori usia 60 tahun ke atas.
“Alhamdulillah, ini adalah kali kelima kami mempertahankan medali emas di Fornas. Dibandingkan sebelumnya, capaian tahun ini lebih baik karena kami juga berhasil mendapatkan dua medali perak,” ungkap Otong saat ditemui di kawasan stadion Benteng reborn, Rabu, 6 Agustus 2025.
Menurutnya, persaingan dalam ajang kali ini cukup ketat, terutama menghadapi kontingen dari Jawa Timur dan Jawa Barat. “Tadinya kami perhitungkan Jawa Barat yang kuat, tapi ternyata justru Jawa Timur yang lebih berat,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan, Otong mengaku tetap bersyukur karena kontingen Perwatusi Banten mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang. “Kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan KORMI Kota Tangerang, khususnya kepada ketua,” tambahnya.
Otong juga menyoroti pentingnya evaluasi untuk menghadapi Fornas berikutnya. Salah satu catatan penting datang dari kategori osteodance, di mana seharusnya mereka bisa meraih emas namun kalah di penilaian. “Kalau melihat reaksi penonton, kami seharusnya dapat emas. Tapi mungkin ada penilaian berbeda dari juri,” katanya.
Ke depan, Perwatusi Banten akan memfokuskan persiapan untuk kategori usia 60 tahun ke atas, karena peluang meraih emas dinilai lebih besar. Selain itu, mereka juga berencana membina atlet pelajar melalui program “Osteo Pelajar” untuk memperluas regenerasi atlet.









