KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tangerang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di Golden Tulip Hotel, Ahad 5 Juni 2026. Agenda utama forum tersebut adalah membentuk formatur yang akan menyusun kepengurusan DPC PPP Kota Tangerang untuk masa bakti 2026–2030.
Muscab dihadiri Ketua DPW PPP Banten Neng Siti Julaiha, Sekretaris Wilayah Uhen Zuhaeni, anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PPP Idup dan Alfian Natsir Rafi, serta jajaran pengurus DPC dan PAC PPP se-Kota Tangerang.
Ketua DPW PPP Banten Neng Siti Julaiha menilai pelaksanaan Muscab berlangsung demokratis. Menurut dia, seluruh peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dalam proses pengambilan keputusan, termasuk ketika forum akhirnya memilih mekanisme pemungutan suara.
“Selamat atas terselenggaranya Muscab ke-VII PPP Kota Tangerang. Kedua saya juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPC PAC sebagai peserta bahwa Muscab ini sangat-sangat demokratis,” kata Neng.
Ia menjelaskan, musyawarah pada dasarnya mengedepankan mufakat, mulai dari penentuan formatur hingga penyusunan calon pengurus. Namun, apabila mufakat tidak tercapai, mekanisme voting tetap menjadi bagian dari proses demokrasi yang diatur dalam organisasi.
Menurut Neng, dinamika yang terjadi di Kota Tangerang menunjukkan tingginya partisipasi kader dalam menentukan arah kepemimpinan partai. Setelah formatur terbentuk, ia meminta tim tersebut segera menyusun komposisi kepengurusan lengkap untuk diajukan kepada DPP PPP.
“Formatur-lah nanti yang menentukan siapa yang layak untuk memimpin PPP Kota Tangerang. Kota Tangerang-lah yang tahu jadi kita tidak ada intervensi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muscab PPP digelar serentak di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten sepanjang Juli 2026. Hingga kini, pelaksanaan Muscab tinggal menyisakan Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, nama anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PPP, Idup, mencuat sebagai salah satu kandidat kuat Ketua DPC PPP Kota Tangerang periode 2026–2030. Ia mengaku siap apabila mendapat amanah dari kader di semua tingkatan.
“Kalau diberikan amanah dan dukungan dari teman-teman DPC PAC sampai tingkat ranting, Insya Allah saya siap,” ujar Idup.
Menurut dia, tantangan terbesar kepengurusan mendatang adalah mengembalikan kekuatan PPP pada Pemilu 2029. Target tersebut mencakup peningkatan perolehan suara, penambahan kursi legislatif di Kota Tangerang, hingga membawa PPP kembali memiliki wakil di DPR RI.
“PR kita masih banyak terutama untuk pemilu 2029 mendatang, bagaimana kita harus bekerja keras kembali meraih suara rakyat sehingga kita PPP dapat kembali duduk di parlemen Senayan,” tuturnya.
Ia menilai hasil Pemilu 2024 menjadi evaluasi bagi seluruh kader, mengingat PPP tidak berhasil meloloskan wakil ke DPR RI dan hanya memperoleh dua kursi di DPRD Kota Tangerang. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu membangkitkan kembali marwah partai melalui kerja politik yang lebih solid.
“Tentu kita ingin marwah partai kembali bangkit setelah adanya dinamika-dinamika di tubuh organisasi. Saya kira ini menjadi tugas kita semua untuk kembali membangun partai. Saya yakin PPP ke depan akan diperhitungkan, tentu dengan kerja keras tadi,” katanya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PPP, Alfian Natsir Rafi, berharap kepengurusan hasil Muscab mampu meningkatkan kinerja organisasi dan memperkuat posisi PPP menjelang kontestasi politik berikutnya.
“Semoga lebih baik lagi kinerja para pengurus mendatang dan lebih maksimal maju lagi. Karena kita punya PR yang berat,” ujar Alfian.
Ia juga menyatakan siap apabila dipercaya mengisi struktur kepengurusan baru. “Saya gak ada ambisi, cuman kalau partai menugaskan ya kita siap gak siap harus siap,” katanya.










