KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa”, penggalan lirik lagu yang tepat untuk menggambarkan kasih sayang Khusnul Khotimah (33) kepada buah hatinya. Imah, seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal kota Tangerang.
Ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang setiap hari sibuk mengurus keluarga kecilnya. Di tengah kesibukannya, dia harus memberikan perhatian khusus kepada anak sematang wayangnya yang saat ini harus menjalani fisioterapi secara rutin.
Imah membagikan pengalamannya saat mendampingi sang anak pengobatan dengan menggunakan kartu JKN.
“Anak saya, Hawa Aisy Nuha, baru berusia satu tahun. Sudah tiga bulan ini rutin menjalani fisioterapi. Hawa harus menjalani stimulasi saraf untuk mengatasi masalah pada kakinya. Awalnya, kami tidak menyangka kalau cara berjalannya, yang sering berjinjit, sesuatu yang janggal. Seiring waktu, kekhawatiran saya semakin bertambah. Saya memutuskan membawa Hawa ke dokter anak untuk memastikan kondisinya. Dokter merekomendasikan Hawa untuk menjalani fisioterapi secara rutin,” terang Imah, pada Rabu, 4 Desember 2024.
Dokter menyarankan Hawa menjalani fisioterapi tiga hingga empat kali seminggu. Hal ini membuat Imah merasa khawatir, terapi yang Hawa jalani membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dalam satu sesi terapi, biayanya berkisar Rp300.000 – Rp400.000. Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan pendapatan keluarga yang terbatas, hal ini tentu menjadi beban besar bagi ibu anak satu itu.
Beruntung dirinya sudah mendaftarkan sang anak menjadi peserta JKN. Imah merasa sangat senang saat tahu fisioterapi sang anak dapat ditanggung Program JKN.
“Di tengah kekhawatiran karna kondisi Hawa, saya merasa sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN. Dengan adanya program ini, seluruh biaya fisioterapi anak kami ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak perlu lagi memikirkan biaya setiap kali membawa Hawa ke sesi terapi. Alhamdulillah, biaya terapi yang awalnya terasa begitu berat kini menjadi ringan. Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan,” katanya.
Ketika mendampingi sang buah hati menjalani pengobatan, Imah mengaku puas dan tidak menemukan kendala yang berarti dalam prosesnya. Di samping itu, dirinya juga merasakan tidak ada perbedaan antara pasien umum maupun peserta JKN.
Tak hanya itu, Imah juga mengatakan bahwa dirinya telah memiliki Aplikasi Mobile JKN pada ponselnya. Aplikasi Mobile JKN dinilai Imah sebagai solusi bagi peserta JKN untuk mengakses layanan kesehatan dengan lebih praktis, cepat, dan mudah.
Tiga bulan telah berlalu dengan baik. Setelah menjalani fisioterapi di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang, kondisi buah hati Imah semakin membaik.
Perlahan, Imah mulai melihat perkembangan yang menggembirakan. Meskipun Hawa masih harus melanjutkan terapi, Imah merasa tenang karena anaknya mendapatkan perawatan terbaik.
Selama mendampingi sang anak menjalani fisioterapi, Imah merasakan manfaat luar biasa dari Program JKN yang mendukung setiap langkah terapi Hawa.
“Saya senang sekali. Sekarang Hawa sudah semakin membaik, jalannya sudah mulai normal. Semua kekhawatiran saya perlahan hilang. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan pemerintah atas adanya program JKN. Program ini bukan hanya soal keringanan biaya, tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang. Saya percaya bahwa Program JKN adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap rakyatnya. Harapan kami program JKN terus berlanjut dan semakin baik di masa depan. Dengan demikian, akan semakin banyak pula keluarga di Indonesia yang bisa merasakan manfaatnya, seperti yang kami rasakan. Terima kasih, Program JKN,” tutup Imah









