KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Tangerang terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya datang dari bisnis bakery berbahan dasar kentang milik Evi Aprianti yang kini mampu menembus pasar Jabodetabek hingga Provinsi Banten.
Evi Apriyanti, pemilik brand bakery Mak Epiih, mengungkapkan bahwa produknya memiliki keunikan pada bahan utama yang digunakan, yakni kentang. “Saya bergerak di bidang bakery dengan bahan dasar kentang. Produk unggulan kami seperti donat kentang, roti kentang, hingga bagelen kentang,” ujarnya.
Produk olahan tersebut dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp35.000 per item. Meski berangkat dari usaha kecil, kini jangkauan pemasarannya sudah luas dan strategis.
“Pasar kami sudah Jabodetabek sampai Banten. Produk kami juga tersedia di sentra oleh-oleh Pelabuhan Merak, Bandara Soekarno-Hatta, serta beberapa outlet reseller di perkantoran,” jelasnya.
Dari sisi produksi, Evi mampu menghasilkan hingga 1.000 sampai 1.500 pieces roti dan donat setiap hari, tergantung jumlah pesanan yang masuk. Seluruh proses produksi dilakukan di dapur usahanya yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Perjalanan bisnis Evi tidaklah instan. Ia merintis usaha ini sejak tahun 2014 setelah memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga. Dari situlah ide bisnis muncul, berawal dari mencoba berbagai resep yang disukai anak-anaknya.
“Awalnya saya jualan di pinggir jalan, tepatnya di depan SD Tangerang 6. Sambil antar anak sekolah, saya buka bagasi mobil dan jualan di sana,” kenangnya.
Seiring perkembangan teknologi, strategi pemasaran pun ikut berubah. Kini Evi lebih mengandalkan penjualan berbasis online, terutama melalui WhatsApp, meski sempat mencoba platform e-commerce.
“Saya sempat jualan di e-commerce, tapi sekarang lebih aktif di WhatsApp. Kendalanya di pengiriman, terutama produk seperti bagelen yang mudah hancur kalau tidak ditangani dengan baik,” katanya.
Dalam mengelola usahanya, Evi kini dibantu oleh empat orang karyawan. Ia optimistis bisnis bakery kentangnya akan terus berkembang seiring meningkatnya permintaan dan kemudahan akses pemasaran digital.









