KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID- Sudah dua tahun Dewi Muhardiyanti Latif (32) rutin berobat di rumah sakit karena penyakit yang ia derita. Tak pernah terbayangkan dalam benak Dewi bahwa ia akan menghadapi cobaan berat dalam hidupnya.
Dewi harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa ia dinyatakan mengalami kebocoran jantung.
Wanita asal kelahiran Ambon ini sangat khawatir jika ia tidak dapat kembali dalam kondisi semula.
Dewi bercerita bahwa, meskipun sedang menghadapi cobaan berat ia tetap merasa sangat beruntung. Tahun 2022 lalu, ia dan keluarga telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga seluruh biaya berobat dijamin penuh oleh layanan JKN.
Sejak ia menjalani pemeriksaan awal hingga operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan tak pernah sekalipun ia harus mengeluarkan biaya. Pelayanan mudah, cepat, dan setara yang menjadi unggulan dari Program JKN kini telah terbukti dan dirasakan oleh Dewi.
“Saya mikirnya macam-macam, perasaan juga campur aduk. Di satu sisi, saya sangat ingin segera dioperasi agar bisa kembali beraktivitas normal dan merawat anak-anak saya. Disisi lain, kami dihadapkan dengan biaya pengobatan yang pastinya tidak kecil. Saya selalu bertanya-tanya. Apa benar semua akan ditanggung BPJS kesehatan? Namun, petugas meyakinkan saya untuk percaya pada Program JKN. Saya merasa lebih tenang, harapan saya untuk sembuh semakin dekat,” ungkapnya dengan mata yang berbinar.
Dewi mengatakan semua proses penyembuhannya dijalani dengan baik. Ia mengakui jika pelayanan rumah sakit sangat luar biasa, dari awal penanganan sampai proses penyembuhannya tidak ada iur biaya sama sekali. Saat ini kondisi tubuh Dewi telah kembali normal dan menjalani aktivitas kesehariannya tanpa dibayang-bayangi penyakit yang membahayakan.
Dewi mengaku senang sekali menjadi peserta JKN karena dengan menjadi peserta JKN sangat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal.
“Alhamdulillah, sekarang tubuh saya terasa lebih segar setelah menjalani proses penyembuhan dan kini saya dapat menjalani aktivitas keseharian saya lagi. Selama masa penyembuhan saya tidak mengalami kendala di rumah sakit, pelayanan di rumah sakit juga bagus sekali. Menjadi peserta JKN menurut saya merupakan hal yang penting karena dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal. Pokoknya BPJS Kesehatan ini luar biasa sekali, penyakit saya yang biayanya mahal ini dibiayai semua, jadi tidak rugi menjadi peserta JKN,” terang Dewi.
Dewi bercerita bahwa, menjadi peserta JKN adalah keputusan yang bijak untuk menjaga kesehatan tanpa khawatir biaya pengobatan dan pelayanan yang diberikan juga terbilang sangat memuaskan.
Menurutnya, dengan adanya Program JKN, kondisinya membaik dan kini bisa berobat tanpa perlu khawatir mengenai biaya. Obat-obatan yang diberikan juga sesuai. Dewi berharap agar BPJS Kesehatan tetap hadir untuk masyarakat Indonesia dan memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan hingga ke daerah-daerah terpencil agar semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
“Saya berharap agar BPJS Kesehatan terus ada untuk masyarakat Indonesia dan terus memperluas jejaring kerja samanya dengan fasilitas kesehatan baik itu Puskesmas, klinik, balai pengobatan, dan rumah sakit. Bukan hanya di kota-kota besar, kalau bisa sampai ke daerah pelosok agar kita semua bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang sama dan layak. Harapan lainnya agar BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan-kemudahan kepada pesertanya untuk berobat. Saat ini berobat sudah mudah dengan Mobile JKN, jadi tidak ada alasan lagi antre lama untuk berobat, tidak ada alasan lagi tidak bawa kartu, tidak ada lagi alasan ribet proses ganti faskes dan lain-lain, semua yang diperlukan sudah ada didalam ponsel kita,” tutupnya.









