Proses Relokasi Dikeluhkan Pedagang PKL Pasar Anyar, Kasatpol PP : Enggak Sehat Jualan di Jalan

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Anyar Kota Tangerang menuai keberatan dari salah seorang pedagang. Seorang penjual buah bernama Nurul Hasan mengaku barang dagangannya diangkut petugas saat proses relokasi berlangsung pada Selasa, 3 November 2026 pagi.

Nurul mengaku keberatan dengan cara penertiban yang dilakukan karena menurutnya tidak semua pedagang mendapatkan perlakuan yang sama. Ia mempertanyakan masih adanya pedagang lain di sekitar lokasi yang tetap berjualan di luar, sementara sebagian pedagang sudah ditertibkan.

“Iya, diangkutin. Semua itu dipaksa, bukan kemauan kita. Yang dibersihin saja, ada yang dibongkar, ada yang enggak. Berarti enggak kompak, enggak semuanya, ada termasuk didiskriminasi,” ujar Nurul, saat dikonfirmasi Lensa Banten.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kebijakan relokasi sebenarnya bisa menjadi langkah baik untuk membuat kawasan Pasar Anyar lebih tertata. Namun, ia berharap penataan dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak ada pedagang yang merasa diperlakukan berbeda.

“Kalau semua rata, ini bagus, ramai. Tapi kalau kayak gini, sebagian enggak, sebagian dipindah, ya tetap kayak gini, bakal keluar lagi,” katanya.

Nurul juga mempertanyakan mengapa pedagang di sejumlah titik masih diperbolehkan berjualan di luar, sementara lapak pedagang lainnya sudah dibongkar. Kondisi tersebut dinilai bisa memunculkan keberatan dari pedagang yang terdampak relokasi.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, mengatakan relokasi dilakukan secara bertahap dengan sasaran 273 pedagang di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Kiasnawi. Pada tahap awal, petugas gabungan memprioritaskan penertiban di Jalan Ahmad Yani.

“Yang pasti kami tidak mengizinkan lagi mereka untuk kembali berjualan di jalan. Tempat sudah disiapkan di Perumda Pasar, karena enggak sehat jualan di jalan, apalagi sampai di badan jalan,” tegasnya.

Teguh menyebut, sebelum pelaksanaan relokasi, para pedagang telah mendapatkan sosialisasi selama beberapa minggu dan diberikan kupon untuk menempati lokasi yang disediakan Perumda Pasar di dalam gedung Pasar Anyar.

Ia menegaskan, kawasan yang sudah ditertibkan tidak boleh kembali digunakan untuk berjualan karena pemerintah ingin mengembalikan fungsi jalan bagi kepentingan umum.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar, Dedi Ochen, mengatakan para pedagang telah diberikan nomor sesuai lokasi berjualan di dalam gedung pasar. Ia juga memastikan tempat berjualan tersebut masih gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

“Semua masih gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Tempatnya bagus sekali, kalau di luar kan hujan, di sini bersih, nyaman, ada kipas angin juga, adem,” kata Dedi.

Dedi berharap seluruh pedagang dapat segera menempati lokasi yang telah disediakan agar aktivitas perdagangan di Pasar Anyar semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.