TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang melakukan pemantauan lapangan terkait dugaan eksploitasi anak jalanan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Monitoring tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, di kawasan Tugu Adipura, pada Senin, 5 Januari 2026 malam.
Acep menjelaskan, kegiatan ini dilakukan menindaklanjuti pengaduan masyarakat mengenai keberadaan anak-anak yang beraktivitas di jalan pada malam hari. Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos diterjunkan untuk melakukan pengintaian dan pemantauan awal di lokasi.
“Sebelumnya memang ada pengaduan dari masyarakat, langsung kita coba di malam harinya ke lokasi melalui Tim Reaksi Cepat Dinas Sosial. Malam ini kami melakukan monitoring dulu, nanti ke depannya akan kami koordinasikan dengan OPD lain,” ujar Acep.
Menurutnya, hasil pantauan di lapangan menunjukkan masih ditemukannya sejumlah anak kecil dan pengamen di beberapa titik. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menghindar saat melihat kedatangan petugas.
“Kami prihatin karena anak-anak kecil ini tidak sewajarnya berada di tengah jalan. Dari sisi keselamatan juga sangat berbahaya, karena fisik mereka kecil dan rawan kecelakaan,” katanya.
Acep menegaskan, Dinsos Kota Tangerang berupaya menyiapkan langkah lanjutan berupa pendataan, pembinaan, serta edukasi. Pemantauan tidak hanya difokuskan di Tugu Adipura, tetapi juga di sejumlah titik lain seperti flyover, Banjar Wijaya, Modernland, hingga kawasan Karawaci.
“Kami ingin tahu apakah mereka warga Kota Tangerang atau bukan. Sasarannya bukan hanya anak-anak, tapi juga pengamen dan lainnya. Kita data dulu semuanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih berada pada tahap monitoring. Tindak lanjut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Satpol PP dan OPD terkait untuk penegakan peraturan daerah apabila diperlukan.
“Kalau memang perlu ditegakkan Perdanya, nanti kita tindak. Kita berikan edukasi dan pembinaan,” ucapnya.
Terkait belum ditemukannya anak-anak jalanan saat pemantauan berlangsung, Acep menyatakan pihaknya akan menelusuri titik-titik lain yang diduga menjadi lokasi berkumpul atau basecamp mereka.
“Kalau di titik ini tidak ada, kita akan coba cari basecamp-nya di mana. Nanti kita datangi satu per satu,” pungkasnya.









