RSAB Harapan Kita Diduga Telantarkan Pasien, DPD IBH: KPAI Seperti Melindungi

Kelalaian yang diduga terjadi di Rumah Sakit Anak & Ibu (RSAB) Harapan Kita menimpa keluarga Inke Poerbawati.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kelalaian yang diduga terjadi di Rumah Sakit Anak & Ibu (RSAB) Harapan Kita menimpa keluarga Inke Poerbawati. Inke menuntut pertanggungjawaban RSAB atas dugaan telantarnya penanganan terhadap anaknya, Mikhayla Azzalea Anjani, yang akhirnya meninggal dunia pada 31 Maret 2023.

Inke bercerita bahwa pada 12 November 2022, dia melahirkan di RSU Bhakti Asih dengan kondisi bayi Mikhayla mengalami kebocoran pada jantung. Kondisi bayi yang memprihatinkan membuat Inke dirujuk ke RSAB Harapan Kita, sebuah rumah sakit tipe A dengan fasilitas lengkap khusus penanganan anak.

Bacaan Lainnya

“Bayi saya butuh penanganan khusus, jadi saya tidak keberatan dirujuk ke RSAB Harapan Kita,” kata Inke pada Senin, (20/11/2022).

Pada 12 Desember 2022, Mikhayla mendapat penanganan pertama di RSAB Harapan Kita untuk pemeriksaan ‘down syndrom’. Namun, pada 26 Desember, hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa Mikhayla mengalami Defek Septum Ventrikel (VSD) dengan kebocoran sebesar 2 cm.

Setelah itu, Inke mengungkapkan, pihak RSAB Harapan Kita menjanjikan tindakan operasi jika Bayi Mikhayla bertamabah berat badannya menjadi 5 kg. “Bayi saya punya berat 3 kg, jadi pihak rumah sakit tidak berani operasi. Terus, saya ditangani dokter spesialis gizi,” ujarnya.

“Inke menyampaikan kekecewaannya karena meski berat badannya sudah mencapai 5 kg, RSAB Harapan Kita tidak melaksanakan operasi jantung dengan alasan yang berubah-ubah,” ujarnya.

Meskipun Mikhayla bertambah berat, kondisinya tetap memburuk, dengan tubuhnya yang masih membiru. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa kebocoran jantung Mikhayla bertambah menjadi 6 cm. Meskipun dokter menyatakan bayi tersebut sehat dan tidak memerlukan operasi, kesehatannya kembali menurun pada 30 Maret 2023.

Puncaknya, kata Inke, kesehatan Bayi Mikhayla kembali menurun pada 30 Maret 2023. Karena itu, Inke bergegas berobat di RS Sari Asih Ciledug. “Anak saya sempat masuk ruang ICU. Tapi kemudian, anak saya meninggal setelah Azan Dzuhur, 31 Maret 2023,” pungkasnya.

Menanggapi permasalahan ini, Koordinator Dewan Pimpinan Daerah Indonesia Hebat Bersatu (DPD IBH), Agus Libra, menyatakan bahwa pihaknya akan terus membela Inke untuk mendapatkan keadilan. Surat yang telah dilayangkan kepada Direktur dan Manajemen RSAB Harapan Kita tidak mendapat respons, dan permasalahan ini juga telah dilaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan dugaan pelanggaran kode etik kedokteran.

“KPAI mengundang kami dan pihak rumah sakit untuk duduk bersama, tapi kita kaget karena pihak KPAI seperti melindungi dan membela pihak RSAB Harapan Kita,” kata Agus dalam konferensi pers di depan Hall Puri Beta 2, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Permasalahan ini juga telah dilaporkan kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dan dilakukan laporan pengaduan ke Komisi IX DPR RI.

“Jika pergerakan ini tidak membuahkan hasil, kita akan melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR,” tegas Agus.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.