LEBAK SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID — Sambil bermain, 14 anak di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan, belajar cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini dilaksanakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu 11 Oktober 2025 pagi, sebagai upaya menanamkan kesadaran siaga bencana sejak usia dini.
Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus pada pembangunan ketangguhan masyarakat pesisir di kawasan rawan bencana.
Melalui pendekatan belajar berbasis permainan, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebencanaan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat.
Pembelajaran Mitigasi yang Menyenangkan
Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada tanda-tanda awal gempa dan tsunami, serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah bencana. Materi ini kemudian dipraktikkan melalui tiga permainan edukatif.
Permainan pertama, “Patriot Siaga”, merupakan human board game menggunakan dadu besar. Setiap langkah membawa peserta pada tantangan seperti menjawab pertanyaan, melakukan simulasi, atau memainkan misi siaga bencana. Aktivitas ini melatih ketangkasan dan kemampuan berpikir cepat dalam situasi darurat.
Selanjutnya, anak-anak mengikuti permainan “Siaga Kata”, yaitu lomba menyusun kata seperti “gempa”, “tsunami”, atau “evakuasi” dalam waktu 45 detik. Permainan ini membantu peserta mengenal istilah penting kebencanaan sambil melatih kerja sama dan kecepatan berpikir.
Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” serta pembagian souvenir kepada seluruh peserta. Suasana keceriaan terasa sepanjang acara—anak-anak tertawa, berlari, dan antusias mengikuti setiap instruksi.
Antusiasme Anak-Anak Tinggi
“Kegiatan Safari Kampung ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai mitigasi bencana dengan pembawaan yang tentunya berbeda,” ujar Marcelino Elben, Content & Program Koordinator GMLS, di lokasi kegiatan.
Sepanjang kegiatan, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, tertawa, dan berpartisipasi dalam setiap sesi permainan. Safari Kampung di Kampung Ciwaru menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai pembelajarannya.









