KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Peristiwa mengejutkan terjadi di Masjid Alfalah, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu, 17 Agustus 2025. Seorang santri ditemukan bersembunyi di balkon kubah masjid hingga membuat warga sekitar panik.
Awalnya, marbot masjid bersama warga melihat ada remaja yang diam-diam naik ke bagian atap masjid. Menyadari bahwa kondisi itu berbahaya, mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemadam kebakaran. Tidak lama kemudian, tim BPBD Kota Tangerang datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Saat dievakuasi, kondisi santri tersebut sangat lemah. Ia tampak pusing, sesak napas, dan hampir tak sadarkan diri. Diduga remaja itu mengalami kekurangan oksigen karena terlalu lama berada di ruang sempit bagian plafon atas masjid yang sulit dijangkau.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus menggunakan peralatan khusus untuk mengeluarkan santri yang posisinya terjepit di celah plafon kubah masjid. Setelah beberapa menit melakukan upaya, remaja itu akhirnya berhasil dibawa turun dengan selamat.
Mengetahui kejadian tersebut, tim Lensa Banten langsung meminta keterangan kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, lewat saluran telefon WhatsApp pada Senin, 18 Agustus 2025.
“Posisi remaja itu sudah terjepit di plafon bagian atas masjid. Setelah dievakuasi, dia mengaku melarikan diri dari pesantren karena mendapat perundungan dari seniornya,” ujar Andia.
Lebih lanjut, Andia menjelaskan bahwa santri itu tidak hanya tertekan karena perundungan, tetapi juga merasa bingung untuk pulang ke rumah. Ketakutan tersebut membuatnya memilih masjid sebagai tempat pelarian sementara.
“Ia juga mengaku takut pulang ke rumah, sehingga akhirnya bersembunyi di masjid,” tambahnya.
Andia menegaskan, pihaknya bergerak setelah mendapat laporan dari warga mengenai dugaan percobaan bunuh diri yang diduga karena dibuli oleh senior di pesantrennya. Tim BPDB Kota Tangerang bergegas ke lokasi tersebut.
“Kami bergerak berdasarkan laporan bahwa ada anak yang mencoba bunuh diri. Namun setelah ditangani, diketahui remaja ini bersembunyi karena masalah di pesantren,” jelasnya.
Untuk memastikan evakuasi berjalan lancar, BPBD Kota Tangerang menurunkan tim dari tiga pleton/regu yang dikerahkan dari beberapa Mako. Kekuatan penuh itu dilibatkan agar proses penyelamatan bisa dilakukan cepat dan maksimal.
Salah seorang warga yang juga menjadi pelapor, Intan, mengaku sangat khawatir saat melihat ada remaja naik ke kubah masjid. Ia langsung menghubungi petugas karena takut hal buruk terjadi. Ia pun berharap kasus perundungan yang dialami santri itu bisa menjadi perhatian serius pihak pesantren maupun orang tua.
“Saya lihat dia sudah lemas di atas, takutnya jatuh atau kenapa-kenapa, makanya saya langsung lapor ke Damkar. Untung petugas cepat datang, jadi nyawanya bisa diselamatkan,” tutur Intan saat ditemui.
“Kasihan anak-anak kalau sampai harus lari dari pesantren karena dibuli. Mudah-mudahan pesantrennya bisa lebih menjaga dan orang tua juga lebih memperhatikan,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, petugas kemudian melakukan pendataan dan mencari tahu identitas santri tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui alamat serta orang tua korban. Pihak Damkar dan BPBD lantas mengantarkan remaja itu kembali ke rumah keluarganya agar mendapatkan pendampingan langsung dari orang tua.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, mengingat kasus perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, masih sering terjadi. Warga berharap agar pihak terkait dapat lebih memperhatikan kondisi santri agar kasus serupa tidak terulang kembali.









