KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N), serta GSIC tingkat SD dan SMP. Kegiatan tersebut diikuti hampir 1.000 peserta dari berbagai sekolah di Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, kegiatan tahunan itu menjadi wadah untuk mendorong tumbuh kembang, kreativitas, hingga pengembangan minat dan bakat para pelajar.
“Semangatnya adalah bagaimana anak-anak kita bisa menampilkan yang terbaik dari hasil aktivitasnya sehari-hari. Ini juga untuk membangun disiplin, kreativitas, dan semangat kebersamaan,” ujar Sachrudin kepada awak media usai pembukan kegiatan tersebut pada di Stadion Benteng Reborn, pada Senin, 25 Mei 2026.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar perlombaan olahraga dan seni. Menurutnya, O2SN dan FLS2N juga menjadi sarana pembentukan karakter dan sportivitas siswa.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi ajang untuk memperkuat karakter dan mengajarkan sportivitas,” kata Wahyudi.
Talenta Robotik Kota Tangerang Tembus Internasional
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa berprestasi di bidang robotik turut ditampilkan. Bahkan, lima pelajar SD dan SMP asal Kota Tangerang dijadwalkan berangkat ke Thailand untuk mengikuti ajang olimpiade internasional.
Wahyudi menyebut, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Kota Tangerang mampu bersaing di tingkat global. Ia berharap para siswa dapat membawa pulang prestasi membanggakan.
“Anak-anak kita ada yang berprestasi di bidang robotik, tidak hanya tingkat nasional tapi juga internasional,” ujarnya.
Sachrudin pun mengapresiasi capaian para siswa tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil pembinaan bersama antara sekolah, pemerintah, dan orang tua.
“Ini salah satu bukti nyata. Mudah-mudahan bisa terus kita dorong sampai tingkat internasional dan menjadi kebanggaan Kota Tangerang maupun Indonesia,” ungkapnya.
Luncurkan Dua Aplikasi Pendidikan
Selain membuka kegiatan O2SN dan FLS2N, Pemkot Tangerang juga meluncurkan dua aplikasi pendidikan, yakni SIP PAUD PNF dan Cisadane. Kedua aplikasi tersebut diklaim untuk memperkuat sistem pendidikan dan layanan inklusif di Kota Tangerang.
Wahyudi menjelaskan, SIP PAUD PNF digunakan untuk memonitoring kinerja pengawas dan penilik pendidikan secara digital. Dengan aplikasi tersebut, pengawasan pendidikan tidak lagi dilakukan secara manual.
“Di dalamnya ada parameter kinerja, indikator mutu pendidikan, sampai manajemen operasional sekolah,” jelas Wahyudi.
Sementara aplikasi Cisadane dikembangkan sebagai penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Aplikasi itu juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan psikolog bagi anak berkebutuhan khusus dan orang tua.
Peran Orang Tua Dinilai Sangat Penting
Sachrudin menekankan, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Menurutnya, lingkungan dan pola pendampingan keluarga sangat memengaruhi perkembangan anak.
“Kalau di sekolah hanya beberapa jam, setelah itu orang tua sangat berperan. Pergaulan lingkungan, belajar di rumah, itu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang, kreativitas, dan keterampilan anak,” katanya.
Saat ini, kedua aplikasi pendidikan tersebut sudah memasuki tahap uji coba atau trial and error. Pemerintah Kota Tangerang pun terus melakukan penyempurnaan agar layanan pendidikan berbasis digital dapat berjalan optimal.










