KOTA TANGERANG, LENSABANTEN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (MenPKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang atas inovasi layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang mampu diselesaikan dalam waktu maksimal 10 jam.
Apresiasi itu disampaikan dalam kunjungannya ke Tangerang Live Room (TLR) di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Selasa, 14 Januari 2025.
Tito menyatakan kekagumannya terhadap terobosan ini dan juga mengapresiasi agar inovasi ini dapat meningkatkan terhadap layanan publik.
“Sebelumnya proses perizinan PBG memakan waktu hingga 45 hari, namun kini dapat dipercepat menjadi 10 jam, bahkan dalam beberapa kasus hanya 49 menit,” tuturnya.
Tito berharap inovasi ini dapat direplikasi oleh 513 kabupaten/kota lainnya di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan publik.
MenPKP Maruarar Sirait juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian Kota Tangerang. Beliau menyebut bahwa inovasi ini merupakan sejarah baru dalam pelayanan publik di Indonesia yang sangat menguntungkan rakyat.
“Model pelayanan seperti ini dapat diterapkan di daerah lain untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan bagi masyarakat, jadi lebih memprioritaskan rakyat yang berpenghasilan rendah,” imbuhnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menjelaskan bahwa layanan PBG maksimal 10 jam selesai ini berhasil memangkas berbagai langkah administrasi yang sebelumnya memberatkan masyarakat.
“Mekanisme yang ditargetkan maksimal selesai 10 jam, realisasinya bisa selesai dalam waktu 4 jam, bahkan tadi ada yang 59 menit dan disaksikan langsung oleh masyarakat yang memang sedang melakukan proses perizinan. Semoga ke depannya, inovasi ini bisa semakin optimal dan memudahkan seluruh masyarakat khususnya di Kota Tangerang,” jelas Nurdin.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi menyusun gambar arsitektur atau mencari konsultan, cukup memilih desain yang telah disiapkan. Langkah ini bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan murah bagi masyarakat Kota Tangerang.
Kedua menteri berharap bahwa inovasi layanan PBG di Kota Tangerang ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam proses perizinan bangunan, guna mendukung percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan program nasional.









