SPPG Bugel Indah Mulai Beroperasi, Layani 1.530 Siswa dan Serap 50 Pekerja Lokal

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Upaya pemenuhan gizi bagi pelajar di Kota Tangerang terus diperkuat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bugel Indah yang dikelola Yayasan Insan Bintang Cemerlang resmi beroperasi di Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Rabu 25 Februari 2026.

Pengelola SPPG Bugel Indah, Paula Theodora, menjelaskan, operasional dapur tersebut melibatkan 50 tenaga kerja yang terdiri dari 47 relawan, tiga kepala dapur, satu akuntan, dan satu ahli gizi.

Bacaan Lainnya

“Total yang terlibat di SPPG Bugel Karawaci ini ada 50 orang. Hampir 50 persen di antaranya warga sekitar,” ujar Paula.

Distribusi makanan bergizi akan dimulai Kamis 26 Februari 2026 ke empat sekolah dasar di Kelurahan Bugel, yakni SD 1, SD 2, SD 3, dan SD 4. Jumlah penerima manfaat di empat sekolah tersebut mencapai 1.530 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.

Secara keseluruhan, SPPG Bugel Indah telah menandatangani nota kesepahaman dengan enam sekolah dengan total sasaran 1.893 siswa. Selain empat SD, dua sekolah lainnya adalah SMK Global dan SMK Citra Nusantara. Namun, pendistribusian untuk tingkat SMK direncanakan dilakukan setelah Lebaran karena pelaksanaan dilakukan bertahap.

Tak hanya menyasar pelajar, SPPG juga akan melayani Posyandu. Berdasarkan data awal, terdapat lebih dari 500 balita yang akan menerima manfaat, belum termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Pendataan ulang masih dilakukan untuk memastikan jumlah penerima secara pasti.

Terkait upah relawan, Paula menyebut mekanismenya mengacu pada petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). “Range upah relawan sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per hari, dikalikan 24 hari kerja,” jelasnya.

Pengelola SPPG Bugel Indah, Paula Theodora

Dalam menjaga higienitas dan keamanan pangan, SPPG Bugel Indah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat. Sekitar 50 persen relawan telah mengikuti pelatihan penjamah makanan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Poster edukasi terkait tata cara mencuci tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta standar keamanan pangan dipasang di area dapur. Evaluasi dan pelatihan internal juga dilakukan dua kali setiap bulan untuk memastikan prosedur berjalan konsisten.

“Siapa pun yang masuk dapur wajib menggunakan APD lengkap. SOP ini kami perketat demi menjaga kualitas dan keamanan makanan,” tegas Paula.

Pemkot Dorong Penambahan SPPG

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyambut baik penambahan SPPG di wilayah Karawaci. Ia berharap kehadiran dapur baru ini memberi manfaat luas, baik bagi siswa maupun masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja.

“Terima kasih kepada Kadin dan Yayasan Insan Bintang Cemerlang. Mudah-mudahan ke depan SPPG di Kota Tangerang terus bertambah sehingga pendistribusian makanan bergizi bisa merata,” ujarnya.

Maryono melanjutkan, penambahan satu SPPG masih belum mencukupi kebutuhan secara keseluruhan. Saat ini, dari 13 kecamatan di Kota Tangerang, telah berdiri lebih dari 65 dapur SPPG.

“Penambahan ini belum cukup. Kami terus mencari solusi dan berinovasi agar jumlah SPPG bertambah dan manfaatnya semakin luas,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan dapur SPPG turut menggerakkan perekonomian lokal, termasuk pelibatan UMKM sebagai penyedia bahan pangan basah maupun kering.

Dengan bertambahnya SPPG Bugel Indah, Pemerintah Kota Tangerang berharap program pemenuhan gizi bagi pelajar dan masyarakat rentan dapat semakin optimal sekaligus memperkuat roda ekonomi warga setempat.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.