KOTA TANGERANG, LENSA BANTEN.CO.ID – Pada Kamis malam, 24 April 2025, umat Katolik di Kota Tangerang berkumpul di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) untuk mengikuti Misa Requiem dalam rangka mengenang Paus Fransiskus yang wafat pada Senin, 21 April 2025.
Misa ini diadakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi Paus Fransiskus, yang selama 13 tahun memimpin Gereja Katolik dengan penuh kasih, keteladanan, dan semangat untuk menyebarkan damai.
Misa dipimpin oleh Rm. Nicolaus Dibyadarmaja, SJ, bersama tiga Imam lainnya, yaitu Rm. Ignatius Suryadi Prajitno, SJ (Pastor Kepala), Rm. SP. Bambang Ponco Santosa, SJ, dan Rm. Yosef Andi Purwono, SJ.
Sekitar 1.500 hingga 2.000 umat hadir dalam misa ini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus yang dikenal penuh kasih dan rendah hati.
Pastor Kepala, Romo Ignatius Suryadi Prajitno, SJ, menyampaikan hari ini kita mengenang dan mendoakan Paus Fransiskus yang telah berpulang.
“Misa ini menjadi sarana bagi kita untuk bersyukur atas teladan hidup dan ajarannya yang luar biasa selama 13 tahun memimpin Gereja. Beliau tidak hanya menjadi pemimpin rohani, tetapi juga simbol keteladanan yang menginspirasi umat Katolik di seluruh dunia,” ujarnya kepada awak media.
Pesan damai terakhirnya yang disampaikan saat Paskah menjadi warisan berharga bagi kita semua. Meskipun beliau tengah sakit, Paus Fransiskus tetap menjalankan tugasnya dengan semangat yang luar biasa.
“Hidupnya merupakan contoh kesederhanaan, cinta kasih, dan keteguhan iman yang harus kita teruskan dalam kehidupan kita sehari-hari,” sambungnya.
Misa ini juga merupakan bagian dari rangkaian Misa Requiem yang digelar serentak oleh Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Jakarta pada Kamis, 24 April 2025, pukul 18.00 WIB, untuk mendoakan Paus Fransiskus.
“Sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi Paus Fransiskus yang baru saja memberikan berkat Paskah sebelum berpulang,” ungkap Wakil Ketua Dewan Paroki Harian Gereja HSPMTB, Hengky Subagio.
Selain itu, salah satu umat yang hadir, Wim Wiguna, berbagi kesannya bahwa ia mengikuti misa peringatan untuk Paus Fransiskus di Gereja Tangerang. Misa ini memberi kesempatan bagi umat untuk menghormati dan mendoakan beliau yang wafat pada Senin lalu.
“Paus Fransiskus adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas dan lintas agama, khususnya di Indonesia. Kami bersyukur atas keteladanannya dan terus mendoakan beliau,” tandasnya.
Misa ini menjadi momen yang penuh penghayatan dan refleksi bagi umat Katolik di Gereja HSPMTB untuk mengenang sosok Paus Fransiskus. Pengajaran dan warisan hidupnya akan terus menginspirasi umat di seluruh dunia, mendorong mereka untuk melanjutkan perjuangan dalam menciptakan dunia yang penuh kasih, damai, dan penuh harapan.









