Teror Ular Tanah di Tanah Badui 28 Warga Jadi Korban, 2 Meninggal Dunia

Sumber foto : Wikipedia

LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Ular tanah memakan korban di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 28 warga Badui terkena gigitan ular yang dikenal sangat berbisa. Tragisnya, dua di antaranya meninggal dunia akibat serangan mematikan ini.

Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Muhammad Arif Kirdiat, menjelaskan bahwa kasus gigitan ular ini sudah menjadi ancaman rutin bagi masyarakat Badui, terutama saat mereka membuka lahan pertanian di hutan. Hampir setiap bulan, selalu ada warga yang terkena gigitan ular tersebut.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, SRI kini gencar memberikan edukasi kepada warga Badui. Edukasi dilakukan dalam dua fokus utama: pertama, bagaimana menghindari gigitan ular saat beraktivitas di hutan, dan kedua, bagaimana menangani korban gigitan secara medis agar tidak bergantung pada pengobatan tradisional yang belum terbukti ampuh.

Lebih lanjut, SRI berencana mendatangkan serum antibisa dari Thailand, yang dikenal sebagai negara dengan produksi serum ular terbesar di dunia.

Pasalnya, stok serum di Indonesia yang diproduksi oleh PT Bio Farma Bandung masih terbatas dan sering mengalami kelangkaan.

“Kami berharap dengan mendatangkan serum anti bisa ular dari Thailand bisa terpenuhi,” kata Arif melansir Republika.co.id, Jumat 9 Mei 2025.

Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Djaro Oom berharap, Gubernur Banten Andra Soni dapat memenuhi permintaan obat antibisa ular bagi masyarakat Badui. Selama ini, sambung dia, kasus gigitan ular Badui cukup tinggi, terutama saat membuka lahan pertanian.

“Kami berharap obat anti bisa ular dipenuhi di puskesmas setempat,” kata Djaro Oom saat perayaan Seba bersama Gubernur Banten, beberapa waktu lalu.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.