KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi menjalin kerja sama dengan Politeknik Statistika (Polstat) STIS untuk memperkuat tata kelola dan analisis big data. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengubah tumpukan data mentah menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan kebijakan publik.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhani, mengungkapkan bahwa selama ini Pemkot Tangerang telah memiliki volume data yang besar, namun pemanfaatannya belum optimal pada tahap analisis mendalam.
“Keinginan kami memang, kita punya data banyak sebenarnya, cuma baru dalam tahap pengumpulan, belum sampai tahap ke analisis. Makanya kami bekerja sama dengan STIS ini bagaimana memanfaatkan data yang sebanyak itu supaya bisa menjadi bagian dari bahan pengambilan keputusan pimpinan,” ujar Mugiya saat ditemui di Puspem, Selasa, 5 Mei 2026.
Mugiya menambahkan, tantangan utama saat ini adalah memilah validitas dan kebermanfaatan data agar tidak sekadar menjadi tumpukan digital yang pasif. Kedepannya, cakupan data yang diolah tidak hanya terbatas pada angka numerik, tetapi merambah ke platform yang lebih luas.
“Menariknya adalah pemanfaatan big data ini nanti dari berbagai sumber, tidak hanya angka numerik, tapi juga mungkin nanti bisa ke email hingga gambar. Kita ingin arahnya ke sana supaya mendapat gambaran yang lebih komprehensif,” imbuhnya.
Penguatan Kapasitas SDM dan Transfer Ilmu
Sementara itu, Direktur Politeknik Statistika STIS, Erni Tri Astuti, menyatakan kesiapannya dalam memberikan dukungan teknis melalui jajaran dosen ahli yang memiliki kapabilitas di bidang sains data. Fokus utama kerja sama ini adalah sharing ilmu pengetahuan terkait teknik terbaru dalam pengelolaan informasi digital.
“Kami membantu khususnya Dinas Kominfo untuk implementasi atau pemanfaatan big data yang ada di Pemerintah Kota Tangerang. Kami membantu dari sisi dosen-dosen yang punya kapabilitas di sana, jadi sharing ilmu pengetahuan,” jelas Erni.
Terkait materi penguatan, Erni memaparkan bahwa pelatihan akan mencakup teknik pengambilan data (data scraping) hingga analisis sentimen di media sosial yang dapat diimplementasikan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kemarin kita tentang perbedaan data scraping, bagaimana cara mengambil data dari internet atau media sosial. Sempat ada juga tentang analisis sentimen, tapi nanti akan berkembang ke lebih banyak lagi ke OPD-OPD, mungkin di bidang kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” tambah Erni.
Melibatkan Seluruh OPD hingga Tingkat Kecamatan
Sebagai langkah konkret, Diskominfo Kota Tangerang berkomitmen menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Program ini tidak hanya berpusat di Dinas Kominfo, melainkan ditargetkan menyasar operator data di seluruh OPD hingga ke tingkat kecamatan.
“Harapannya nanti yang mampu melaksanakan atau menganalisa big data tidak hanya di Kominfo, tapi juga di seluruh OPD, termasuk nanti sampai ke kecamatan,” tegas Mugiya.
Rencana detail mengenai kolaborasi ini akan segera dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Kota Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven government) yang lebih akurat dan responsif.









