Transformasi Transportasi Kota Tangerang: Fokus pada Digitalisasi dan Kompetensi SDM

Masyarakat pengguna kendaraan umum Bus Tayo dan Si Benteng didorong untuk menggunakan pembayaran dengan sistem nontunai, Kota Tangerang, Banten. Jumat, 15, Maret 2024.

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Tantangan pengelolaan transportasi di Kota Tangerang kini memasuki fase yang kian kompleks. Sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota dengan tingkat aglomerasi yang tinggi, tuntutan akan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan cerdas menjadi sebuah keniscayaan.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengambil langkah strategis dengan menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perhubungan.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Tangerang secara resmi menjalin kesepakatan bersama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada Kamis, 30 April 2026 lalu di Jakarta. Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga teknis yang kompeten di bidang transportasi perkotaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki fokus utama pada skema Pola Pembibitan atau Polbit.

Melalui mekanisme ini, Pemerintah Kota Tangerang memperoleh kuota khusus untuk mengirimkan putra-putri terbaik daerah guna menempuh pendidikan di sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan, salah satunya adalah PTDI-STTD.

Langkah ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengisi celah krisis tenaga ahli di lingkungan pemerintahan daerah. Selepas menyelesaikan masa pendidikan, para lulusan tersebut akan langsung diserap menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) teknis di Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

“Kita mendapatkan SDM yang memiliki kompetensi teknis transportasi tingkat nasional dan siap mengoperasikan teknologi transportasi modern,”ujarnya kepada Lensabanten.co.id, Selasa, 5 Mei 2026.

Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely.

Terkait implementasinya, Suhaely menegaskan bahwa secara administratif Pemerintah Kota Tangerang telah siap sepenuhnya untuk menindaklanjuti kesepakatan ini melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai lembaga pendidikan terkait.

“Secara administratif kita sudah siap melakukan Perjanjian Kerjasama dengan lembaga pendidikan atau sekolah dibawah Kemenhub RI, tinggal menyelaraskan jadwal dengan agenda rekrutmen nasional dari Kemenhub dan Kemenpan-RB,”imbuhnya.

Urgensi penguatan SDM ini berangkat dari realitas beban lalu lintas di Kota Tangerang yang sangat tinggi akibat mobilitas antarwilayah. Suhaely mengakui bahwa saat ini kebutuhan akan tenaga teknis bersertifikasi khusus jauh lebih mendesak dibandingkan tenaga administratif biasa. Kota Tangerang memerlukan ahli yang mampu merancang integrasi transportasi publik secara presisi serta mengelola rekayasa lalu lintas yang efektif.

Selain aspek manajemen lalu lintas konvensional, tantangan digitalisasi menuju sistem mobilitas cerdas atau Smart Mobility menjadi prioritas utama. Peralihan dari layanan manual ke sistem berbasis teknologi memerlukan operator dan manajer yang tanggap terhadap inovasi digital.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPSDM Perhubungan RI, Suharto, memberikan apresiasi atas inisiatif proaktif yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Menurutnya, memperkuat kapasitas SDM melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah langkah tepat untuk menghadapi dinamika transportasi global.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mencetak insan perhubungan yang profesional, beretika, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.