KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program pelatihan vokasi yang tergolong unik namun menjanjikan: Terapis Spa dan Pijat Syariah. Bekerja sama dengan Lativa Spa Academy, program ini menjadikan Kota Tangerang sebagai tuan rumah sekaligus proyek percontohan (pilot project) nasional.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026 ini diikuti oleh 20 peserta perempuan terpilih. Angka ini merupakan hasil seleksi ketat dari total 100 pendaftar yang antusias ingin terjun ke industri jasa kesehatan tersebut.
Transformasi Ekonomi: Dari Penerima Menjadi Pemberi
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa misi utama kolaborasi ini adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi yang konkret.
“Kerja sama dengan Lativa Spa Academy adalah upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengubah para mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat),” ujar Idy saat ditemui awak media.
Ia menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan formalitas. BAZNAS memilih mitra yang memiliki jaringan luas sehingga para lulusan nantinya berpeluang langsung terserap kerja di jaringan mitra Lativa Spa Academy.
Jika evaluasi pilot project ini berhasil, BAZNAS berencana mereplikasi program serupa di berbagai daerah lain di Indonesia.
Ketua BAZNAS Kota Tangerang, KH. Aslie Elhusyairy, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, penggunaan label “Syariah” sangat penting untuk membangun citra positif di mata masyarakat serta menjamin keamanan dan kenyamanan, baik bagi terapis maupun konsumen.

“Selama itu halal, apalagi dengan label syariah, insya Allah akan berdampak positif pada image di masyarakat.
Dulu akupunktur mungkin dianggap asing, tapi sekarang terbukti manfaat kesehatannya. Begitu juga dengan spa,” tutur KH. Aslie.
Sambil berseloroh, ia menceritakan pengalamannya betapa pentingnya jasa pijat bagi kesehatan fisik setelah melakukan tugas kemanusiaan yang berat.
“Kemarin kami baru pulang dari Agam dan Padang, naik turun gunung meninjau lokasi musibah. Pulang-pulang dipijat itu rasanya rileks dan enak. Ini adalah kebutuhan nyata yang bisa membawa dampak positif bagi ekonomi peserta,” tambahnya.
Direktur Lativa Spa Academy, Verawati Amir, menjelaskan bahwa visi akademi mereka sejalan dengan BAZNAS dalam hal pemberdayaan perempuan. Keunggulan dari vokasi pijat syariah ini terletak pada efisiensinya.
“Ini adalah alat pemberdayaan dengan unit cost yang murah, mudah, dan cepat. Dalam waktu satu bulan pelatihan, mereka sudah memiliki skill untuk langsung mencari nafkah,” jelas Verawati.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para perempuan tangguh di Kota Tangerang tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga kemandirian finansial yang berkelanjutan di bawah naungan industri yang dikelola secara syar’i.









