KABUPATEN LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID – Warga yang tinggal di sekitar sungai Ciberang di Kabupaten Lebak mengalami masalah kekurangan air karena sungai tersebut mengalami surut parah.
Sungai Ciberang biasanya menjadi sumber air bagi warga di Kampung Cibawang, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, dan Kampung Jasinga, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, digunakan untuk berbagai keperluan seperti mandi, mencuci pakaian, hingga konsumsi sehari-hari.
Rohati, seorang warga di Kampung Jasinga, mengungkapkan kebingungannya karena sungai ini tiba-tiba mengering. “Tiga hari kering begini,”katanya.
Selama ini, dia dan warga lainnya mengandalkan sungai ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Kondisi ini juga telah memicu masalah kesehatan, seperti penyakit gatal setelah mandi, yang diduga disebabkan oleh penggunaan sungai ini untuk memandikan hewan kerbau di hulu sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, menjelaskan bahwa penyebab surutnya Sungai Ciberang adalah dampak dari fenomena El Nino.
Dia juga menyebut bahwa bendungan Karian, yang difungsikan untuk air baku, akan menggenangi sungai ini mulai bulan Desember.
Bendungan Karian ini adalah salah satu faktor yang memengaruhi debit air di Sungai Ciberang, dengan air yang keluar dari bendungan tersebut menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan aliran di hulunya. Hal ini turut berkontribusi pada masalah kekeringan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
BACA JUGA :









