Program Lansia Sumringah di Kota Tangerang Capai Layanan 100 Persen

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang telah mengimplementasikan program Lansia Sumringah (Semua Lansia Mandiri, Bugar, dan Bahagia) yang berhasil menurunkan angka penyakit tidak menular pada lansia

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang telah mengimplementasikan program Lansia Sumringah (Semua Lansia Mandiri, Bugar, dan Bahagia) yang berhasil menurunkan angka penyakit tidak menular pada lansia dan mengurangi angka ketergantungan pada lansia.

“Program Lansia Sumringah ini berhasil mendorong kualitas kesehatan yang jauh lebih baik bagi lansia di Kota Tangerang. Pada 2018 cakupan pelayanan kesehatan lansia di Kota Tangerang di angka 86,46 persen sekarang mencapai 100 persen, serta angka penyakit tidak menular, hipertensi semisal, pada 2018 di angka 14,3 persen sekarang cuma 6 persen,” ujar Kepala DInkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, Jumat 29 September 2023.

Bacaan Lainnya

Program Lansia Sumringah memberikan pelayanan yang komprehensif kepada berbagai jenis lansia, termasuk lansia sehat, lansia sakit, lansia yang memerlukan perawatan jangka panjang, dan lansia yang terlantar. Program ini juga menyediakan layanan Peri Lansia (caregiver lansia) untuk membantu dalam tugas-tugas pelayanan kesehatan kepada lansia di lapangan.

Sistem Pemantau Kehamilan Terintegrasi dan Terpadu

Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil melalui program Sistem Pemantau Kehamilan Terintegrasi dan Terpadu (Emak Idep). Program ini melibatkan pemantauan dan pendampingan ibu hamil oleh petugas Puskesmas di 13 Kecamatan.

Jika terdeteksi bahwa seorang ibu hamil memiliki risiko tinggi, maka akan disiapkan rujukan terencana ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang komprehensif. Sejak program ini diterapkan, telah terdata sekitar 43 ribu ibu hamil (per April 2022), dengan sekitar 10.888 ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (25%). Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 317 ibu hamil (2,9%) yang memerlukan rujukan gawat darurat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Sudarto Mangapul menjelaskan, program Emak Idep menjadi salah program inovasi dari Dinkes yang dilaksanakan melalui pemantauan dan pendampingan kepada ibu hamil oleh petugas Puskesmas di 13 Kecamatan. “Jika ditemukan ibu hamil risiko tinggi maka akan disiapkan rujukan terencana ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang komprehensif,”ujar dr.Darto.

 

BACA JUGA   :

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.