JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Dunia perfilman Tanah Air tengah bersiap menyambut karya baru bertema lintas budaya berjudul “Where The Rainbow Ends?”. Film ini menjadi debut perdana KAN JIA Pictures yang menggandeng perusahaan Jepang, WOWNAS, untuk menghadirkan pengalaman sinematis yang menyentuh dan penuh makna. Dengan latar utama di Kota Shiga, Jepang, film berdurasi 100 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.
Sejak awal berdirinya, KAN JIA Pictures membawa misi untuk menghadirkan kisah-kisah yang tulus dan manusiawi. Melalui film ini, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam narasi perjalanan seorang remaja yang mencari jati diri dan arti rumah sejati. Kolaborasi antara dua negara ini tidak hanya memperkaya aspek budaya, tetapi juga memperluas perspektif sinematik yang lebih universal.
Didukung penuh oleh Pemerintah Kota Shiga, proses produksi yang dimulai pada 19 Oktober 2025 ini menjanjikan visual alam Jepang yang autentik dan jarang terekspos. Pilihan lokasi yang kuat menjadi elemen penting dalam membangun nuansa emosional cerita, memperlihatkan keindahan lanskap sekaligus kesunyian perjalanan batin sang tokoh utama.
Film ini disutradarai oleh duet Hendy Sukarya dan Mawan Kelana yang dikenal memiliki gaya bertutur berbeda namun saling melengkapi. Hendy menghadirkan pendekatan puitis dan lembut, sementara Mawan menyuguhkan realisme yang membumi. Perpaduan ini diharapkan menghasilkan pengalaman sinematis yang seimbang antara estetika dan kedalaman emosi.
Di bawah arahan Executive Producer Julyana Tariani bersama produser Rizaldi Chaka dan Ony W. Pahlevi, proyek ini menjadi langkah penting bagi KAN JIA Pictures dalam menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keberanian bereksperimen. Film ini juga menjadi wadah bagi aktor muda lintas negara untuk menampilkan performa terbaik mereka.
Lebih dari sekadar film drama, “Where The Rainbow Ends?” adalah perjalanan spiritual dan emosional yang mengajak penonton menertawakan kebersamaan, merasakan kehilangan, dan menemukan arti pulang. Ceritanya merefleksikan realitas universal tentang pencarian makna dalam kehidupan.
Sebagai karya debut, film ini menjadi pernyataan bahwa KAN JIA Pictures bukan hanya rumah produksi baru, tetapi juga kekuatan baru dalam perfilman Asia yang mengutamakan narasi berkualitas.
Dengan kolaborasi lintas budaya dan semangat sinema yang jujur, “Where The Rainbow Ends?” menjadi simbol bahwa setiap kisah manusia memiliki pelangi di ujungnya — jika berani melangkah dan membuka hati.(san/*) #artwork dok. ig@wtre.movie










