JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Bagi LYLA, Ga Romantis bukan sekadar lagu lawas yang dihidupkan kembali, tetapi bagian dari perjalanan panjang menuju album terbaru bertajuk Jamuan Musim Semi. Album keenam ini menandai babak baru perjalanan band yang telah berkarier lebih dari 17 tahun di industri musik Indonesia.
Album Jamuan Musim Semi berisi 12 lagu yang menggambarkan kedewasaan LYLA dalam berkarya. Tak hanya menghadirkan nuansa pop yang khas, album ini juga memperlihatkan eksplorasi musikal lebih berani, memadukan warna akustik, synth-pop, hingga folk yang ringan.
Menurut Dharma, proses pembuatan album ini menjadi perjalanan emosional tersendiri. “Kami ingin album ini seperti perjamuan — tempat berkumpulnya semua fase musik LYLA, dari awal sampai sekarang,” tuturnya.
Kehadiran Ario Setiawan sebagai vokalis baru menjadi warna segar dalam karya ini. Ario dinilai berhasil menyalurkan kehangatan dan karakter baru yang memperkaya identitas LYLA tanpa mengubah ruh mereka. “Ario membawa napas baru, lebih modern tapi tetap soulful,” kata Fare.
Selain Ga Romantis, lagu-lagu lain dalam album ini seperti Senyum di Musim Dingin, Masih Ada Kamu, dan Langit ke Lima menawarkan kisah cinta, perjalanan, serta perenungan hidup dengan gaya yang elegan dan ringan.
Secara musikal, album ini menjadi refleksi perjalanan LYLA dari band pop konvensional menjadi grup yang lebih eksperimental dan emosional. “Kami tumbuh bersama pendengar, jadi karya pun ikut berevolusi,” tambah Dharma.
Dirilis di bawah naungan GMI Records, Jamuan Musim Semi diharapkan menjadi simbol kebangkitan LYLA sekaligus bukti konsistensi mereka dalam menghadirkan musik yang relevan lintas generasi.
Album ini juga menjadi bukti bahwa LYLA tak sekadar bernostalgia, tetapi benar-benar menyiapkan masa depan musikal yang matang. “Kami ingin terus ada di hati pendengar, baik yang lama maupun yang baru,” pungkas Ario.(san/*) #foto dok.lyla









