TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Kawasan Wisata Rawa Danau Cipondoh di Kota Tangerang kini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Kerusakan fisik, berkurangnya pedagang, hingga turunnya jumlah pengunjung menjadi tanda jelas kemundurannya.
Berdasarkan pantauan Lensa Banten di lokasi pada Rabu, 8 April 2026 siang, deretan bambu di tepi Danau Cipondoh tampak rusak parah. Hampir seluruhnya sudah tidak layak digunakan karena kondisinya yang rapuh.
Bambu-bambu tersebut diketahui telah lama lapuk karena terendam air dan terpasang langsung dari dasar danau. Selain itu, banjir yang kerap datang turut memperparah kerusakan.
Pengunjung Mulai Menghilang
Kondisi ini berdampak langsung pada sepinya kawasan wisata tersebut. Banyak pengunjung yang memilih tidak lagi datang ke lokasi itu.
Aktivitas wisata yang dulu ramai kini nyaris tidak terlihat. Area yang dahulu dipadati pengunjung kini hanya sesekali didatangi warga untuk memancing.
Wahana permainan air seperti bebek-bebekan juga sudah tidak beroperasi. Fasilitas tersebut dibiarkan terparkir di sudut danau dalam kondisi rusak dan kusam.
Tempat berfoto yang dulunya menjadi daya tarik utama juga tak luput dari kerusakan. Kini, spot-spot tersebut tampak hancur dan tidak terawat.
Pedagang Satu per Satu Pergi
Para pedagang pun ikut merasakan dampaknya. Sebagian besar dari mereka memilih meninggalkan lokasi dan mencari tempat lain untuk berjualan.

Sejumlah lapak yang dulu ramai kini terlihat kosong dan terbengkalai. Bahkan beberapa di antaranya sudah roboh, menyisakan rangka bambu yang nyaris ambruk.
Material kayu dan bambu yang digunakan sebagai bangunan terlihat menghitam dan rapuh. Hal ini disebabkan oleh paparan air dan cuaca dalam waktu lama.
Akses Jalan Rusak dan Menyulitkan
Akses menuju kawasan tersebut juga mengalami kerusakan. Jalan selebar sekitar satu setengah meter tampak berlubang dan tidak nyaman dilalui.
Kondisi jalan yang sempit dan rusak membuat pengunjung enggan datang. Selain itu, jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Saat hujan turun, sebagian akses sering tergenang air. Hal ini semakin menyulitkan pengunjung yang ingin masuk ke area wisata.
Keluhan Pedagang
Salah satu pedagang, Rika Sahara (32), mengungkapkan kondisi kawasan tersebut kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

“Dulu sampai jam satu malam (01.00 WIB) masih ramai. Sekarang habis maghrib juga sudah mulai sepi,” ujar Rika.
Ia mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, lokasi tersebut selalu dipadati pengunjung. Banyak yang datang bersama keluarga maupun teman untuk menikmati suasana danau.
“Kalau banjir, airnya bisa sampai selutut. Kadang enggak nentu, tapi itu bikin bangunan jadi cepat rusak,” kata dia.
Rika juga menyebut jumlah pedagang terus berkurang karena kondisi yang tidak lagi mendukung. Banyak yang memilih pindah demi mencari penghasilan yang lebih pasti.
“Dulu itu ada samoai 15 pedagang yang berjualan, tapi sekarang tinggal tiga Pedagang. Pedagang pada pindah sendiri, karena di sini sudah enggak layak dipakai,” kata dia.
Kesaksian Warga Lama
Hal serupa disampaikan Usuf Sulaiman (38), warga yang telah lama beraktivitas di kawasan tersebut. Ia mengingat masa kejayaan lokasi itu pada periode 2013 hingga 2020.
“Dulu penuh sama pengunjung, dari mana-mana pada datang. Sekarang sudah jauh berkurang,” kata Usuf.
Menurutnya, selain faktor banjir, perubahan minat wisata juga ikut memengaruhi. Munculnya destinasi lain yang lebih tertata membuat kawasan ini semakin ditinggalkan.
Pendapatan Anjlok
Penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung pada pendapatan pedagang. Omzet yang dulu tinggi kini mengalami penurunan drastis.
Rika mengaku, saat kondisi masih ramai, ia bisa memperoleh hingga Rp 2 juta per hari. Namun kini, pendapatannya hanya berkisar Rp 300.000 hingga Rp 500.000.
“Sekarang ramainya aja paling cuma dapat segitu, Rp 500.000, kadang lebih kecil kalau lagi sepi,” ujar dia.
Meski dalam kondisi sulit, sebagian pedagang masih bertahan dengan harapan ada perubahan. Mereka berharap kawasan ini bisa kembali diperbaiki dan ramai seperti dulu.
“Harapannya sih diperbaiki lagi, biar rame lagi kayak dulu,” kata Rika.
Kondisi Rawa Danau Cipondoh saat ini mencerminkan menurunnya daya tarik wisata akibat kerusakan fasilitas dan minimnya penanganan. Jika tidak segera diperbaiki, kawasan yang dulu ramai ini berpotensi semakin ditinggalkan dan kehilangan fungsinya sebagai destinasi wisata unggulan.









