KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Tenaga Sukarela (TSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) di Markas PMI Kota Tangerang pada Sabtu 23 Mei 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan anggota ini membawa agenda utama pemilihan nakhoda baru untuk organisasi.
Marsha Dainiyah Tsalaasta resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Koordinator TSR PMI Kota Tangerang untuk periode kepengurusan 2026–2028.
Ditemui usai pemilihan, Marsha tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan harunya. Baginya, amanah ini merupakan kesempatan berharga untuk terus mengabdi di bawah bendera PMI.
“Perasaannya yang pasti senang, haru, bersyukur banget bahwa aku masih diberikan kesempatan untuk tetap melekat sama PMI-nya. Ini jadi salah satu pembuktian buat aku sendiri kalau selama ini aku benar-benar kerja pakai hati aku,” ungkap Marsha, Sabtu (23/5/2026).
Jabatan baru ini diakui Marsha sebagai tantangan yang segar. Pasalnya, dunia TSR merupakan hal baru baginya setelah selama satu dekade terakhir ia menghabiskan waktunya di unit yang berbeda.
“Sebenarnya TSR ini hal baru buat aku. Karena sebelumnya aku berkecimpung di Unit Donor Darah (UDD) selama 10 tahun,” imbuhnya.
Mewakafkan Diri untuk Kemanusiaan
Meski sempat memutuskan untuk resign dari posisinya di UDD PMI, panggilan jiwa kemanusiaan rupanya tidak bisa dilepaskan begitu saja dari nadi kehidupan Marsha. Alasan kuat inilah yang mendorongnya kembali memantapkan diri memimpin TSR.
“Setelah aku resign, masih ada yang melekat di hati dan pikiran aku tentang PMI ini, terutama kemanusiaannya. Jadi, aku mewakafkan diri dan mencalonkan diri sebagai ketua TSR,” tegas Marsha.
Lewat kepemimpinannya, ia membawa visi besar untuk mentransformasi performa relawan TSR Kota Tangerang ke arah yang lebih positif. Ia berharap bisa membentuk tim yang tidak hanya andal di lapangan, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang erat.
Visi Kepengurusan Baru: Membawa anggota TSR ke versi yang lebih berkarakter, profesional, solid, berdedikasi, namun tetap ceria.
Langkah Awal: Duduk Bareng dan Tampung Aspirasi
Menatap program kerja ke depan, Marsha tidak ingin terburu-buru meluncurkan program-program besar. Ia memilih untuk memprioritaskan konsolidasi internal demi menyatukan visi seluruh anggota.
Dalam waktu dekat, agenda utamanya adalah mendengarkan suara-suara para sukarelawan yang mungkin selama ini belum sempat terakomodasi.
“Yang pasti aku mau duduk bareng dulu bersama teman-teman TSR. Aku mau tahu dulu apa yang selama ini mereka ingin lakukan untuk kemanusiaan tapi tidak pernah terealisasi. Aku mau wujudin itu dulu sih dalam waktu paling dekat, sebelum kami masuk ke program-program besar nantinya,” pungkas Marsha menutup perbincangan.










