Kebutuhan Terapis Tinggi, Latifa Spa Academy Dorong Kemandirian Perempuan

Verawati Amir (46) mendirikan Latifa Spa Academy di Kawasan Cikokol

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) terapis profesional di Indonesia masih tergolong tinggi. Di tengah pasar yang luas, sektor jasa spa dan wellness dinilai memiliki peluang usaha yang terus tumbuh dan menjanjikan, terutama bagi kaum perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi.

Berangkat dari semangat pemberdayaan tersebut, Verawati Amir (46) mendirikan Latifa Spa Academy di Kawasan Cikokol, Kota Tangerang pada 2015, dengan embrio usaha yang telah dirintis sejak 2013.

Bacaan Lainnya

Seiring waktu, lembaga pelatihan ini berkembang pesat dan telah mencetak ribuan terapis spa berbasis syariah. Setiap bulan, Latifa Spa Academy mampu melatih puluhan hingga ratusan peserta dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Pasar terapis di Indonesia masih sangat besar. Ini peluang usaha yang terus berkembang,” ujar Verawati kepada Lensabanten.co.id, Kamis, 7 Mei 2025.

Pelatihan Spa dengan 25 Materi, dari Dasar hingga Tren Global

Latifa Spa Academy menawarkan sekitar 25 materi pelatihan yang mencakup teknik dasar hingga metode pijat modern yang tengah tren di dunia spa. Beberapa materi yang paling diminati antara lain Deep Tissue Massage (Japanese Massage), refleksologi, dan totok wajah.

“Deep Tissue Massage ini sebenarnya pijat yang dikenal juga sebagai pijat Jawa. Tapi kalau untuk pasar luar negeri, kita gunakan istilah internasional,” jelas ibu tiga orang anak ini.

Selain itu, metode yang tengah populer adalah Manual Lymphatic Drainage Massage, teknik pijat yang berfungsi membantu detoksifikasi tubuh melalui stimulasi sistem limfatik.

Menurut Verawati, teknik ini mampu membantu mengurangi penumpukan cairan berlebih dalam tubuh, bahkan secara langsung dapat memengaruhi ukuran lingkar tubuh setelah terapi.

Kebutuhan Terapis Tinggi, Latifa Spa Academy Dorong Kemandirian Perempuan

“Makanya layanan ini tergolong premium. Di Tangerang bisa Rp500 ribu per sesi, sementara di Jakarta bisa lebih dari Rp1 juta,” ungkap perempuan yang pernah menjadi guru bahasa Inggris ini.

Tarif Pelatihan Mulai Rp1 Juta, Kelas Privat Hingga Rp2,5 Juta

Untuk mengikuti pelatihan, peserta dapat memilih kelas reguler maupun privat. Kelas reguler dibanderol mulai Rp1 juta per orang, dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak akademi.

Sementara itu, kelas privat memiliki biaya sekitar Rp2,5 juta atau setara 150 dolar AS, dengan durasi pelatihan sekitar lima jam dalam satu hari. Kelas ini biasanya dipilih oleh peserta yang membutuhkan fleksibilitas waktu atau persiapan membuka usaha dalam waktu dekat.

“Kalau privat, peserta yang menentukan jadwal. Bahkan kami juga siap dipanggil ke luar kota atau luar negeri,” kata Verawati.

Diminati Peserta Mancanegara

Menariknya, Latifa Spa Academy juga diminati oleh peserta dari luar negeri seperti Swiss, Denmark, Singapura, Arab Saudi, hingga Dubai.

Verawati menilai, ketertarikan peserta asing dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan lembaga pelatihan spa yang aktif, serta kemampuan pengajaran dalam bahasa Inggris.

Kebutuhan Terapis Tinggi, Latifa Spa Academy Dorong Kemandirian Perempuan

“Mereka biasanya menemukan kami dari pencarian di Google. Selain itu, kami aktif di media sosial sehingga terlihat kredibel dan konsisten,” ujar Verawati yang memiliki hoby mengajar.

Ubah Stigma Terapis Lewat Kompetensi dan Profesionalisme

Di balik peluang besar tersebut, profesi terapis masih menghadapi stigma negatif di masyarakat. Verawati menyebut, profesi ini kerap dipandang sebelah mata atau bahkan diasosiasikan dengan hal negatif.

Untuk itu, Latifa Spa Academy menekankan pentingnya peningkatan kompetensi yang mencakup tiga aspek utama, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude).

“Kalau tidak mau dibayar murah, maka kompetensinya harus ditingkatkan. Selain itu, penampilan dan sikap juga harus profesional agar stigma negatif bisa diubah,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Latifa Spa Academy tidak hanya mencetak tenaga terapis terampil, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha spa yang berdaya saing dan beretika.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.