KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Memasuki musim hujan dengan intensitas yang meningkat di Jabodetabek, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana
Ancaman yang diantisipasi meliputi banjir, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Sejumlah wilayah di Kota Tangerang, terutama bantaran Sungai Cisadane dan kawasan permukiman padat, diketahui rawan banjir.
Curah hujan tinggi dan potensi air kiriman dari Bogor kerap memperburuk genangan di beberapa kecamatan, sekaligus meningkatkan risiko penyakit lingkungan dan gangguan akibat pohon tumbang.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh lini.
BACA JUGA : OTT KPK di Banten: Lima Orang Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan
“Kami berupaya untuk melakukan kesiapsiagaan bencana dengan mengaktifkan Posko TDB 24 jam, menyiapkan perahu karet untuk evakuasi jika terjadi banjir, serta perlengkapan vertikal rescue untuk mendukung proses penanganan di lapangan,” ujarnya dalam siaran tertulis, Kamis, 18 Desember 2025.
Selain itu, PMI Kota Tangerang juga memperkuat layanan kesehatan dan armada penunjang.
“PMI Kota Tangerang juga menyiapkan layanan kesehatan, ambulans dan mobil jenazah, hingga relawan yang siap diterjunkan di lokasi bencana.” tambah Oman.
Langkah kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya PMI Kota Tangerang untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi selama musim penghujan berlangsung.
PMI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan potensi bencana atau keadaan darurat ke posko PMI terdekat.










