Aplikasi Bursa Panen, Solusi Atasi Anjloknya Harga Petani Sekaligus Tekan Inflasi

Aplikasi Bursa Panen, Solusi Atasi Anjloknya Harga Petani Sekaligus Tekan Inflasi
Aplikasi Bursa Panen, Solusi Atasi Anjloknya Harga Petani Sekaligus Tekan Inflasi

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) meluncurkan terobosan baru di sektor pertanian melalui platform digital bernama Bursa Panen. Kehadiran aplikasi ini dirancang untuk memangkas rantai pasok yang panjang, menyelesaikan masalah klasik anjloknya harga saat panen raya, serta menjadi instrumen strategis bagi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

Manager IT PT Agrobisnis Banten Mandiri, Endang Saputra, menjelaskan bahwa gagasan ini bermula dari hasil studi banding bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digawangi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten. Dari sana, terlihat jelas celah informasi antara hulu (petani/peternak) dan hilir (pembeli) yang kerap memicu ketidakstabilan harga komoditas pangan seperti cabai.

Bacaan Lainnya

“Kendala utama yang sering dihadapi petani saat panen raya adalah hasil melimpah tetapi harga jatuh di tingkat petani karena informasi tidak sampai ke pembeli. Sebaliknya, pembeli sering mengeluhkan harga yang tidak stabil,” ujar Endang dalam diskusi bersama Lensa Banten TV Official, baru-baru ini.

Ekosistem Digital Berbasis Bidding dan Transparansi Data

Berbeda dengan marketplace konvensional pada umumnya, Bursa Panen mengadopsi mekanisme lelang (bidding). Petani atau kelompok tani (Poktan) yang tergabung dapat memasukkan data komoditas, luas lahan, hingga estimasi masa panen (misalnya 7 hari sebelum panen).

Melalui sistem ini, para buyer—baik sektor HOREKA (hotel, restoran, kafe) maupun UMKM—dapat memantau ketersediaan komoditas jauh-jauh hari dan melakukan penawaran harga secara transparan.

Sistem secara otomatis akan memfilter dan menentukan titik temu harga terbaik melalui batasan wajar yang terintegrasi.

Selain mempertemukan produsen dan pembeli, platform ini juga menyediakan dasbor khusus (dashboard) bagi instansi pemerintah seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bappeda, hingga Bank Indonesia.

Data akurat real-time dari hulu ini diharapkan berfungsi sebagai early warning system (peringatan dini) untuk memantau potensi lonjakan harga dan menekan laju inflasi.

Kolaborasi dengan Plaza Banten dan Pemberdayaan UMKM

Optimalisasi Bursa Panen turut didukung oleh Plaza Banten. Social Media and Customer Relation Officer Plaza Banten, Leoni, mengungkapkan bahwa platform perdagangan digital lokal tersebut saat ini telah menaungi lebih dari 2.000 UMKM di Banten.

Dengan terhubung ke Bursa Panen, para pelaku UMKM kuliner—seperti pengusaha katering atau nasi boks—tidak perlu bingung mencari bahan baku pokok berkualitas. Mereka bisa mendapatkan pasokan komoditas langsung dari petani dan peternak lokal dengan harga yang jauh lebih kompetitif dan ekonomis.

“UMKM semakin dimudahkan dalam mendapatkan bahan pokok berkualitas langsung dari sumbernya, sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan dan ketahanan pangan di Provinsi Banten,” ungkap Leoni.

Akses Mudah dan Sinergi Program Nasional

Saat ini, aplikasi Mitra Bursa Panen telah dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store untuk perangkat Android, serta tersedia versi web apps melalui laman resmi bursapanen.com. Terdapat beberapa kategori pengguna (roles) yang disesuaikan dalam sistem, mulai dari petani/nelayan, kelompok organisasi, pembeli (buyer), penyedia jasa logistik, hingga instansi pemerintah.

Ke depan, PT ABM berharap ekosistem digital ini tidak hanya menjadi solusi perdagangan daerah, tetapi juga mampu bersinergi dengan program-program strategis nasional—seperti penyediaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)—dengan memprioritaskan hasil panen dari petani dan nelayan lokal di sekitar wilayah Banten.

TONTON VIDEONYA  :

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.