Dialog Dini Hari Pilih Rekaman Analog untuk Album Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi

foto dok. elisa wettstein
foto dok. elisa wettstein

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Dialog Dini Hari mengambil pendekatan berbeda dalam proses penggarapan album terbarunya, Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi. Alih-alih menumpuk banyak elemen produksi, band tersebut memilih kembali menempatkan songwriting sebagai pusat sekaligus menggunakan pendekatan analog dalam proses rekaman.

Album yang berisi delapan lagu itu akan dirilis secara digital pada 18 September 2026. Proses rekaman dilakukan di Uma Pohon Studio, Denpasar, dengan dukungan Black Sand Studio.

Bacaan Lainnya

Salah satu perangkat yang digunakan dalam proses tersebut adalah Studer 963 keluaran 1983. Pendekatan analog kemudian diteruskan hingga proses mixing.

Bagi Dialog Dini Hari, penggunaan perangkat analog bukan semata-mata untuk mendapatkan karakter suara tertentu. Keterbatasan dalam proses tersebut justru menjadi bagian dari cara mereka memainkan lagu.

“Apa yang dimainkan, itulah output yang kita dengar. Tidak banyak polesan. Semuanya lebih telanjang,” kata Dadang SH Pranoto.

Menurut Dadang, pendekatan tersebut akhirnya turut membentuk mental para personel ketika menjalani proses rekaman. Mereka harus lebih memperhatikan permainan karena tidak banyak ruang untuk menyembunyikan atau memperbaiki hasil permainan melalui lapisan produksi.

Pendekatan sederhana itu sebenarnya sejalan dengan arah musikal yang ingin dituju Dialog Dini Hari. Setelah beberapa tahun melakukan eksperimen terhadap bunyi dan sound design, mereka kembali kepada hal yang dianggap sebagai fondasi utama band, yakni songwriting.

Bagi Dadang, kekuatan sebuah lagu seharusnya sudah dapat dirasakan sebelum mendapatkan sentuhan produksi. Karena itu, proses penggarapan Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi dimulai dari lagu, kemudian berkembang melalui aransemen dan musikalitas.

Instrumen yang digunakan dalam album pun pada dasarnya merupakan instrumen yang sama dengan yang dimainkan Dialog Dini Hari ketika berada di panggung. Dengan demikian, terdapat kesinambungan antara karakter permainan live dan rekaman album.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Dialog Dini Hari dalam menghadapi berbagai perubahan. Dalam beberapa tahun terakhir, band ini mengalami kehilangan personel dan kembali berjalan bersama orang-orang baru.

“Banyak hal yang terjadi. Kehilangan personel, lalu mulai lagi dengan orang-orang baru. Dari situ muncul pikiran bahwa rasa rumah seharusnya bisa kita buat kembali utuh,” ujar Dadang.

Gagasan itu kemudian melahirkan judul Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi. Delapan lagu di dalamnya membawa tema yang dekat dengan kehidupan para personel, mulai dari rumah, kehilangan, persahabatan, hubungan antarmanusia, lingkungan, hingga berbagai persoalan di sekitar mereka.

Lagu “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi” dipilih sebagai focus track karena dianggap menjadi pintu utama untuk memahami keseluruhan album. Sementara lagu “Biarlah” menghadirkan Sugeng Wisnu dari White Swan sebagai kolaborator.

Album tersebut akan dirilis digital melalui Dialog Dini Hari pada 18 September 2026. Versi fisik berupa kaset dan CD juga tengah dipersiapkan, masing-masing bersama Jajan Kaset dan deMajors.

Usai perilisan digital, Dialog Dini Hari akan menghadirkan video musik untuk lagu “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi” yang disutradarai oleh Indira Larin. (san/*) #foto dok.  elisa wettstein

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.