JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Lea Simanjuntak membawa pesan tentang harapan dan keberanian membuka hati melalui lagu terbarunya, “Ruang Dihatimu”. Lagu yang dirilis di berbagai layanan musik digital pada 9 September 2026 itu kini diperkuat dengan video klip yang menghadirkan konsep visual perpaduan dunia nyata dan teknologi AI.
Video klip “Ruang Dihatimu” menampilkan Lea dalam berbagai lanskap imajinatif. Padang bunga, gurun pasir hitam, pantai senja, hingga hutan berkabut menjadi bagian dari perjalanan visual yang mengiringi cerita lagu.
Bagi Lea, lagu ini menggambarkan fase kehidupan ketika seseorang merasa terjebak dan jenuh hingga hampir kehilangan harapan. Namun, sebuah pertemuan atau momen tak terduga dapat kembali menghadirkan semangat untuk menjalani kehidupan.
Pesan tersebut tidak berhenti pada persoalan menemukan seseorang yang baru. “Ruang Dihatimu” juga berbicara mengenai keberanian untuk membuka hati, menerima kehadiran orang lain, serta memberikan ruang tanpa mengorbankan diri sendiri.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui visual yang bergerak dari satu lanskap ke lanskap lainnya. Lea dan para pemain direkam secara langsung, sedangkan lingkungan sekitarnya dikembangkan dengan bantuan AI generatif dan elemen 3D.
Salah satu pengalaman yang cukup unik bagi Lea terjadi ketika proses syuting mengharuskannya melakukan pengambilan gambar di dalam air. Adegan tersebut kemudian dipadukan dengan lingkungan visual yang dikembangkan melalui teknologi.
Lea juga merasa antusias ketika tim Riverbrick mengajak teman-teman dari Agak Laen ikut terlibat dalam proyek ini. Kedekatan yang telah terjalin sebelumnya membuat proses interaksi dalam video klip dapat berlangsung secara lebih natural.
Di balik visualnya, video klip ini digarap oleh Alain Goenawan dan Calengklik atau Galih Pratama sebagai sutradara. Lea menjadi produser eksekutif dan Nur Satriatama dipercaya sebagai produser.
Keduanya menggunakan AI dan aset 3D untuk membantu menghadirkan sejumlah adegan kompleks dan surealis. Meski demikian, teknologi tersebut tidak digunakan untuk menggantikan ekspresi utama para pemain.
Penampilan, ekspresi, dan sinkronisasi bibir Lea tetap berasal dari rekaman asli. Wajah sang penyanyi juga tidak dihasilkan maupun dimanipulasi oleh AI.
Menurut tim sutradara, rekaman langsung menjadi acuan agar gerakan, ekspresi, dan komposisi subjek tetap terjaga. AI kemudian digunakan untuk mengembangkan tekstur dan lingkungan visual di sekitarnya.
Proses tersebut juga membutuhkan perhatian terhadap konsistensi kostum, cahaya, perspektif, serta pergerakan kamera. Tiga pergantian kostum Lea digunakan sebagai penanda perubahan babak dalam cerita.
Bagi Lea Simanjuntak, “Ruang Dihatimu” menjadi karya yang mempertemukan pesan tentang membuka hati dengan eksplorasi visual. Video klip tersebut kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Lea Simanjuntak. (san/*) #foto dok. galih pratama








