Banjir Ciledug, Gubernur Banten : Revisi Aturan Tata Ruang Daerah

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung lokasi banjir yang kembali merendam kawasan Ciledug Indah, Kota Tangerang, tepatnya di wilayah Karang Tengah, Jalan KH Hasyim Ashari, pada Selasa, 8 Juli 2025. Dalam kunjungannya, Andra menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terus berulang di kawasan padat penduduk tersebut.

“Kami prihatin kepada warga Ciledug Indah, khususnya. Kejadian ini terus berulang-ulang. Saya sendiri besar di lingkungan ini. Dulu banjir itu lima tahun sekali, sekarang bisa beberapa kali dalam sebulan,” kata Andra Soni kepada wartawan di lokasi.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, fenomena banjir yang makin sering terjadi ini bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga karena faktor perubahan iklim dan kondisi sistem drainase yang tak lagi memadai.

“Tentu saya bersama Pak Wali Kota Tangerang akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ada banyak hal yang harus dikerjakan bersama. Drainase sudah tidak berfungsi optimal karena usia dan kondisi kawasan. Ini harus kita petakan, dan insyaallah akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan soal penyebab banjir yang makin sering dalam sebulan terakhir, Andra menyebut masa pancaroba dan perubahan pola curah hujan sebagai faktor utama.

“Sekarang hampir setiap hari hujan, padahal biasanya hanya terjadi di bulan-bulan tertentu seperti September hingga Desember. Mei saja curah hujan sudah sangat tinggi. Wilayah yang rendah otomatis jadi rawan,” jelasnya.

Andra juga menyoroti pentingnya revisi aturan tata ruang daerah sebagai salah satu solusi jangka panjang. Menurutnya, perlu ada langkah konkret untuk memperbaiki pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Saat ditanya mengenai apakah Pemprov Banten akan mengikuti langkah DKI Jakarta yang berencana melakukan modifikasi cuaca, Andra mengatakan bahwa pendekatan setiap daerah bisa berbeda.

“Itu cara DKI. Di Banten, sering kali hujan tidak terjadi di sini, tapi di tempat lain, dan kita tetap kebanjiran. Jadi saya tidak mau bilang ini banjir kiriman, tapi ini hasil dari penataan yang keliru di masa lalu. Relokasi masyarakat bukan hal mudah, jadi kita harus cari solusi agar ini tidak terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andra mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat sudah berlangsung. Ia menyebut telah mengikuti rapat bersama Menko PMK dan Kementerian PUPR mengenai rencana besar penanganan banjir Jabodetabek.

“Salah satu usulan kami adalah adanya Inpres untuk penanganan komprehensif dari hulu, tengah, hingga hilir. Kami bersama Pak Wali Kota Tangerang, Wali Kota Tangsel, dan Bupati Tangerang juga sedang memetakan langkah-langkah jangka pendek,” kata Andra.

Wali kota Tangerang S achrudin bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau banjir Ciledug

Sachrudin: Penanganan Tak Bisa Parsial, Koordinasi dengan Pusat Terus Dilakukan

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan lintas kewenangan.

“Masalah banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kita perlu kerja sama dari hulu ke hilir. Kewenangan banyak ada di pusat, tapi Pak Gubernur sudah mengajak kami ke Kementerian PUPR dan ATR. Revisi RT/RW juga sedang kami dorong,” terang Sachrudin.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat agar penataan kawasan terutama di daerah aliran sungai bisa dilakukan dengan optimal.

“Saya berterima kasih karena Pak Gubernur hadir langsung, dan beliau punya akses langsung ke kementerian dan Presiden. Ini tentu akan mempercepat langkah kita,” tambahnya.

Saat ditanya soal rencana relokasi atau penggusuran di bantaran sungai, Sachrudin mengaku hal tersebut sedang dalam tahap pemetaan.

“Ada tahapannya, dan akan kami lakukan secepatnya. Pak Presiden dan Pak Gubernur menekankan percepatan penanganan banjir,” katanya.

Ia juga membenarkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah menindaklanjuti arahan Gubernur dalam hal revisi tata ruang wilayah, dan sudah mengajukan pembaruan tersebut ke tingkat lebih tinggi.

Dengan dukungan dan sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, Pemkot Tangerang optimistis langkah penanggulangan banjir dapat berjalan lebih efektif dan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.