KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang, khususnya di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2. Genangan terjadi akibat meluapnya Kali Angke setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Senin malam, 7 Juli 2025.
Ketinggian air dilaporkan mencapai 150 sentimeter, merendam rumah warga dan membuat akses jalan utama di kawasan itu lumpuh total. Warga terpaksa menggunakan perahu karet atau rakit darurat untuk beraktivitas di tengah genangan.
“Air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga pagi. Sekarang jalan utama sudah tidak bisa dilalui kendaraan,” ujar Rahmat (45), warga Perumahan Ciledug Indah 2 kepada Lensa Banten pada Selasa, 8 Juli 2025.
Warga lainnya, Sulastri (39), mengatakan ini bukan pertama kalinya wilayahnya terendam banjir. Ia berharap ada solusi jangka panjang agar warga tidak terus menjadi korban saat musim hujan tiba.
“Sudah capek setiap tahun begini terus. Barang-barang sudah enggak kehitung rusaknya,” keluhnya.
Sementara itu, Andre (28), warga Perumahan Ciledug Indah 1, mengaku harus mengungsi bersama keluarganya ke rumah kerabat.
“Rumah sudah nggak bisa ditempati. Listrik juga dipadamkan, jadi kami memilih keluar dulu sampai air surut,” tuturnya.
Sejumlah warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman. Posko-posko darurat mandiri juga didirikan warga secara swadaya untuk membantu para tetangga yang terdampak parah.
Sementara itu, BPBD Kota Tangerang bersama Polsek Ciledug dan Dinas Sosial Kota Tangerang telah meninjau langsung lokasi banjir. Peninjauan ini dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan serta menyiapkan upaya tanggap darurat yang diperlukan.
Hingga Selasa siang, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk mempercepat penanganan banjir dan mencegah agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.









