Banjir Setinggi Pinggang Rendam Permukiman Rawa Bokor, Puluhan Warga Mengungsi

warga terdampak banjir saat mengungsi di kantor BPBD

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Air setinggi pinggang orang dewasa merangsek masuk ke permukiman warga tanpa didahului hujan ekstrem. Saat pagi masih temaram, luapan kali di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, perlahan menggenangi rumah-rumah warga.

Dalam waktu singkat, wilayah RT 05 RW 01 Kelurahan Rawa Bokor berubah menjadi genangan air cokelat keruh. Puluhan warga pun kembali mengungsi, mengulang situasi yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan.

Bacaan Lainnya

Banjir terjadi ketika intensitas hujan tergolong sedang. Letak permukiman yang lebih rendah dari permukaan kali membuat air mudah meluap ke kawasan padat penduduk.

Kondisi ini memperlihatkan persoalan lama yang belum terselesaikan, yakni buruknya pengelolaan kawasan rawan banjir. Kepadatan permukiman di bantaran kali membuat risiko banjir terus berulang.

Sebagian besar warga terdampak merupakan pedagang kecil dan kuli cuci yang mengandalkan penghasilan harian. Ketika banjir datang, aktivitas ekonomi mereka otomatis terhenti.

“Dagangan enggak bisa jalan. Rumah kebanjiran,” kata Listriani (36), atau akrab disapa Lilis, yang kini mengungsi di Pos Pemadam Kebakaran Benda.

Lilis menuturkan, air masuk ke rumahnya hingga mencapai sekitar satu meter. Kondisi itu memaksanya segera mengungsi bersama keluarga.

“Banjirnya sampai sepinggang, hampir satu meter lebih,” ujarnya sambil tersenyum lelah.

Ia mengungsi sejak Senin, 12 Januari 2026 pagi untuk menghindari risiko yang lebih besar. Menurutnya, hujan yang turun sejak malam hingga pagi hari tidak tergolong deras.

“Ujannya enggak seberapa. Tapi karena rumah kita lebih rendah dari kali, airnya langsung luber,” tuturnya.

Di lokasi pengungsian, enam anggota keluarga Lilis, termasuk anak-anak, bertahan dengan perlengkapan seadanya. Di RT tersebut, sekitar 13 kepala keluarga atau 45 jiwa terpaksa mengungsi.

“Hampir tiap tahun begini. Hujan sedikit saja banjir,” katanya lirih.

Bagi warga seperti Lilis, banjir bukan hanya bencana alam, tetapi juga ancaman serius bagi keberlangsungan ekonomi keluarga. Tanpa penghasilan harian, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau enggak dagang, ya enggak ada penghasilan,” ucapnya singkat.

Kondisi serupa dialami para kuli cuci di kawasan tersebut. Meski rumah dan pekerjaan terdampak, warga tetap berusaha bertahan di tengah keterbatasan.

Lilis mengapresiasi bantuan awal dari pemerintah setempat yang dinilai cukup cepat. Bantuan makanan menjadi penopang sementara bagi warga di pengungsian.

“Dari pemerintah lumayan cepat. Sudah dikasih nasi,” katanya.

Namun demikian, bantuan darurat dinilai belum menyentuh akar persoalan banjir tahunan. Warga masih mempertanyakan solusi jangka panjang yang benar-benar mampu mencegah kejadian serupa.

Camat Benda, Saipul Ulum, menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir. Langkah ini dilakukan menyusul prakiraan cuaca ekstrem pada 12–14 Januari 2026.

“Peninjauan ini untuk memastikan sistem pengendali banjir berfungsi normal serta menjamin keselamatan warga,” ujarnya, Selasa 13 Januari 2026.

Ulum menjelaskan, pemantauan difokuskan pada drainase, aliran kali, serta pompa air di titik-titik rawan. Ia juga menyebut kondisi pengungsian masih terkendali.

Data sementara mencatat sekitar 40 pengungsi berada di Posyandu Kelapa Indah RW 07, 70 pengungsi di Pos Damkar Benda, dan 20 pengungsi di Masjid Nurul Iman Benda. “Bantuan pangan sudah didistribusikan,” katanya.

Pemerintah Kota Tangerang turut menyiagakan posko banjir dan petugas gabungan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Evakuasi lanjutan akan dilakukan jika curah hujan kembali meningkat.

Di Pos Damkar Benda, Lilis tampak mengipasi wajahnya sambil sesekali menatap langit yang mulai cerah. “Semoga cepat surut,” katanya pelan.

Bagi Lilis dan warga lainnya, surutnya air berarti kembalinya kehidupan normal dan kesempatan untuk bekerja. Namun harapan itu selalu dibayangi pertanyaan lama tentang kapan solusi nyata akan menghentikan banjir yang terus berulang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.