Baznas Kota Tangerang Luncurkan Z-Mart Pertama di Masjid Raya se-Banten

Baznas Kota Tangerang Luncurkan Z-Mart Pertama di Masjid Raya se-Banten
Baznas Kota Tangerang Luncurkan Z-Mart Pertama di Masjid Raya se-Banten

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang meluncurkan program Z-Mart dan Z-Corner di pelataran Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Banten, Jumat 18 September 2026. Program ini diklaim sebagai percontohan pertama kerja sama Baznas dengan masjid raya di Provinsi Banten.

Wakil Ketua II Baznas Kota Tangerang Danni Budianto Saragih mengatakan, Z-Mart di Al-Azhom memberdayakan 10 mustahik. Dua di antaranya sudah bekerja sebagai kasir secara bergantian, sementara delapan lainnya mendukung operasional toko.

Bacaan Lainnya

Yang membedakan, kata dia, gerai itu bukan lagi milik lembaga zakat. “Ketika kita sudah salurkan Rp 100 juta, nah itu jadi milik mustahik. Tentunya kita tetap memantau,” ujarnya.

Danni menyebut skema kemitraan dengan masjid raya belum pernah dijalankan di provinsi ini. “Kami sampaikan ini model pilot project pertama dengan masjid raya, se-Provinsi Banten belum ada. Ini yang pertama di Kota Tangerang dan mungkin di Provinsi Banten,” katanya.

Menurut dia, Z-Mart merupakan bagian dari program pendayagunaan ekonomi Baznas, selain pemberdayaan di bidang pendidikan dan kesehatan. Namun substansi zakat, kata Danni, terletak pada perubahan status penerima manfaat.

“Bagaimana kita mengubah mustahik, orang miskin yang kita intervensi dari awal, mereka berubah menjadi mandiri. Kemudian yang paling mulia tentunya nanti ketika berubah menjadi muzaki. Ini roadmap from M to M, from mustahik to be muzakki,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Baznas Kota Tangerang menargetkan penambahan gerai secara agresif. Dengan 10 unit yang baru diluncurkan, 10 unit yang sudah berjalan, dan 26 unit lagi yang direncanakan, total Z-Mart yang beroperasi diproyeksikan mencapai 46 gerai.

Wali Kota Tangerang Sachrudin yang hadir dalam peluncuran menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai usaha berskala mikro dan kecil milik mustahik perlu terus ditumbuhkembangkan.

“Karena prinsip bahwa memberi itu lebih baik daripada menerima,” kata Sachrudin.

Ia mengingatkan bahwa rezeki datang dari Allah, tetapi tetap menuntut ikhtiar. “Allah tidak pernah menurunkan rezeki seperti menurunkan emas dari langit ke bumi. Kita semuanya harus berusaha, berikhtiar, terus berinovasi,” ujarnya.

Sachrudin menambahkan, pengentasan kemiskinan tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian. Ia mengajak masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha ikut ambil bagian.

“Tidak ada negara maju tanpa ada investor, tanpa ada pengusaha. Oleh karena itu, dengan semangat kolaborasi ‘Tangerang Ayo Bersama Membangun Kota’, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.