Cuma Tiga Kali Bertemu, Lafa Pratomo dan Kolaborator Rampungkan “terabas”

Foto Dok. Garis Tegak EP
Foto Dok. Garis Tegak EP

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Kolaborasi Lafa Pratomo bersama Bilal Indrajaya dan The Jansen dalam lagu “terabas” ternyata berlangsung dengan proses yang relatif singkat. Ketiga pihak hanya membutuhkan tiga kali pertemuan untuk menyelesaikan karya yang menjadi bagian dari *Garis Tegak EP* tersebut.

Alih-alih memulai proses dengan struktur lagu yang sudah ditentukan, Lafa, Bilal, dan The Jansen lebih dulu membangun percakapan mengenai kehidupan. Obrolan tersebut dilakukan secara santai di teras sebelum mereka masuk ke studio.

Bacaan Lainnya

“Kita lebih banyak ngobrol bareng soal kehidupan di teras. Terus ngobrolin juga kayak nanti arah musiknya mau ke mana?” cerita Lafa Pratomo.

Setelah mendapatkan gambaran mengenai arah lagu, mereka kemudian masuk ke studio. Bilal memulai dengan sebuah riff gitar yang kemudian direspons oleh para personel lainnya.

“Abis itu kita masuk studio, terus Bilal mancing dengan riff intro yang dia mainkan. Lalu kami saling merespon melodi,” lanjut Lafa.

Dari permainan spontan tersebut, mereka mulai menyusun bagian-bagian lagu dan menulis lirik. Hasilnya, sebuah draft utuh sudah didapatkan hanya dalam satu hari.

“Lumayan cepat kok, satu hari kita udah dapat satu draft utuh untuk lagu ini,” ungkapnya.

Pertemuan berikutnya digunakan untuk merekam instrumen dan vokal. Secara keseluruhan, proses kolaborasi tersebut hanya membutuhkan tiga kali pertemuan hingga lagu selesai.

Kecepatan proses kreatif itu juga didukung oleh kemampuan para musisi dalam beradaptasi satu sama lain. Bilal menyebut perbedaan karakter musik tidak menjadi hambatan ketika mereka mulai memainkan materi bersama.

“Kami lebih banyak sharing referensi musik pas di studio. Ternyata dari semua bunyi-bunyian itu ada benang merahnya,” kata Bilal.

Ia juga menilai Lafa mampu menjaga identitas setiap musisi sembari menyatukannya ke dalam sebuah komposisi. Bagian verse dan chorus dibuat dinamis sehingga perbedaan karakter ketiga entitas tetap terasa.

Adji Pamungkas dari The Jansen memiliki pengalaman berbeda. “terabas” menjadi salah satu proyek yang memperkenalkan The Jansen pada pengalaman bekerja dengan produser dari luar lingkaran mereka.

“Sangat menyenangkan bisa diproduserin Mas Lafa. Ini pertama kalinya The Jansen diproduseri orang lain,” ujar Adji.

Menurut Adji, Lafa justru memberikan ruang kepada The Jansen untuk berkontribusi sekaligus mendorong mereka mencoba batas baru dalam bermusik.

Proses workshop dan rekaman “terabas” dilakukan di Syaip Studio. Setelah tahap produksi selesai, proses mixing ditangani Rama Harto dan Hardy Susetio Palawa di RekamKamar, Jakarta, sedangkan mastering dikerjakan Dimas Pradipta di Sum It! Studio, Jakarta.

Lagu “terabas” resmi dirilis pada 15 September 2026 melalui berbagai platform musik digital, lengkap dengan video lirik di kanal YouTube. Karya tersebut juga akan dikemas dalam format video musik melalui kanal YouTube KithLabo. (san/*) #Foto Dok.  Garis Tegak EP

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.