KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Biaya pengobatan sering kali menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Dalam keadaan ini, keberadaan jaminan kesehatan akan dirasa sangat penting. Hal tersebut dibenarkan oleh, Nurhayati (44). Nurhayati adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak. Ia dan keluarga tinggal di pemukiman padat penduduk di Kampung Uwung Kota Tangerang.
Ia beserta anak bungsunya merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat.
Saat tim Jamkesnews mengunjungi rumahnya, ia berbagi pengalamannya berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Diakhir tahun 2022 ia merasakan sakit yang tak kunjung hilang dibagian rahimnya.
Karena tidak tertahan lagi, maka Nurhayati mengunjungi Puskesmas tempatnya terdaftar untuk memeriksakan dan mengobati rasa sakitnya itu. Karena keterbatasan alat, Nurhayati harus dirujuk ke Rumah Sakit, guna memastikan penyakit yang dideritanya. Untung tak dapat di raih, malang tak dapat ditolak. Dokter mendiagnosa ada kista di rahim Nurhayati.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya positif di rahim saya ada kista, dan harus segera dioperasi. Saat mendengar hasil vonis dokter, saya merasa hidup ini seperti tidak ada harapan. Yang ada dibenak saya hanyalah perasaan kecewa, sedih dan putus asa. Mengapa saya harus seperti ini, padahal saya selalu menjaga kesehatan. Beruntung keluarga menguatkan dan mengingatkan saya untuk bertawakal kepada Allah sehingga saya pun perlahan menjadi kuat menerima cobaan ini. Dukungan keluarga benar-benar menguatkan saya untuk menjalani pengobatan dan keinginan untuk sembuh,” kata ibu anak dua itu.
Penyakit kista ovarium tentu saja akan mengeluarkan biaya yang sangat besar karena harus menjalani operasi dan kemoterapi. Saat menjalani pengobatan Nurhayati mengaku bahwa dari awal ia mengandalkan kartu JKN, dengan harapan semua biaya pengobatannya dijamin penuh Program JKN dan kekhawatiran akan biaya pengobatan dapat teratasi.
Hal ini bukan pengalaman pertama Nurhayati memanfaatkan pelayanan kesehatan menggunakan kartu JKN. Ia merasa beruntung karena ia tidak dikenakan biaya tambahan lagi, semua biaya dijamin penuh BPJS Kesehatan. Meski terdaftar di kelas 3, tidak ada kendala yang berarti yang ia rasakan.
“Setelah mendapat dukungan dari keluarga besar, satu masalah lagi yang harus saya lewati saat itu adalah masalah biaya. Namun beruntungnya saya dan keluarga dapat bantuan dari pemerintah melalui kartu JKN. Kartu ini bisa kami manfaatkan untuk berobat. Kalau tidak punya kartu ini bisa jadi jual motor atau harta lainya untuk berobat. Selama pengobatan kami tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, karena sudah ditanggung program JKN. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik. Meski kami dikelas 3, tidak ada perbedaan yang saya rasakan. Tidak ada kendala juga selama mengurusi administrasinya,” terang Nurhayati, Selasa, 3 September 2024.
Masa pengobatan selama berbulan-bulan pun dilewati Nurhayati dengan sabar, sampai dirinya menjalani operasi pengangkatan kista dan melakukan kemoterapi rutin. Ia membayangkan berapa besar biaya untuk pengobatannya tersebut, pasti akan menghabiskan ratusan juta rupiah. Dan dari total biaya pengobatannya tersebut sudah pasti semuanya ditolong berkat iuran peserta JKN lainnya yang sehat. Pada akhirnya dengan sistem gotong royong yang dianut oleh program JKN, Nurhayati bisa melewati semua kendala pembiayaan pengobatannya.
Manfaat yang dirasakan oleh Nurhayati tersebut membuat dirinya menyadari pentingnya hidup sehat dan menjadi peserta JKN. Ia mengakui besarnya peran BPJS Kesehatan saat dirinya dan keluarga sakit, membutuhkan pengobatan. Berkat jaminan kesehatan bantuan pemerintah ini, dirinya dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan dikala sakit datang. Dalam kesempatan terakhir, wanita asal Tangerang ini berpesan agar peserta JKN mematuhi apapun yang menjadi kewajiban dan ketentuan dari Program JKN, agar dalam mengakses pelayanan dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah saya sudah sembuh karena kebaikan Allah, dukungan keluarga besar dan tentu saja dibantu oleh Program JKN. Poinnya serahkan semua kepada penyedia pelayanan kesehatan dan kita tinggal mengikuti petunjuk sesuai ketentuan yang berlaku. Seperti yang saya alami sendiri, semuanya lancar dan nyaman. Semoga program JKN dapat terus berjalan dan memberi manfaat lebih banyak lagi kepada masyarakat Indonesia,” ujar Nurhayati menutup perbincangan.









