Cek Asam Urat, Cegah Komplikasi Sejak Dini: Begini Cara Pemeriksaan dan Pencegahannya

Jalan Cepat: Olahraga Murah yang Menjaga Jantung Tetap Sehat
Jalan Cepat: Olahraga Murah yang Menjaga Jantung Tetap Sehat. ilustrasi : Pexels

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID — Asam urat tinggi tak lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup yang tidak seimbang membuat keluhan ini semakin sering dialami usia produktif. Dokter-dokter di Indonesia pun mengingatkan pentingnya pemeriksaan kadar asam urat secara berkala, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau kebiasaan makan tinggi purin.

Menurut dr. Siti Rahmah, SpPD, pemeriksaan asam urat bisa dilakukan dengan tes darah sederhana yang dapat diakses di puskesmas, laboratorium klinik, atau rumah sakit.

Bacaan Lainnya

“Kadar normal asam urat pada pria biasanya 3,4–7,0 mg/dL, dan pada wanita 2,4–6,0 mg/dL. Di atas angka ini perlu diwaspadai,” jelasnya.

Gejala yang umum dirasakan saat asam urat tinggi adalah nyeri mendadak dan bengkak di persendian, terutama di malam hari. Namun, banyak pula kasus tanpa gejala yang berisiko memicu komplikasi seperti batu ginjal atau radang sendi jika tidak ditangani.

Para dokter menganjurkan beberapa langkah untuk mencegah lonjakan kadar asam urat:

  • Hindari konsumsi berlebih makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, daging merah, dan kacang-kacangan.

  • Perbanyak minum air putih agar membantu pembuangan asam urat lewat urin.

  • Batasi minuman manis dan alkohol.

  • Rutin berolahraga dan jaga berat badan ideal.

Jika kadar asam urat sudah tinggi, dokter biasanya akan meresepkan obat penurun asam urat disertai perubahan gaya hidup.

Memeriksa kadar asam urat secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah kunci untuk menghindari komplikasi serius di masa depan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.