JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Menjelang akhir tahun 2024, band rock alternative dan modern pop punk Close to Breathe merilis album terbaru mereka yang diberi judul ‘Samasta’.
Guntur, vokalis dan gitaris Close to Breathe, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa album ini merupakan hasil dari proses kreatif yang matang, dengan lagu-lagu yang mengusung beragam emosi dan cerita. “Di album ini, semua tercampur. Ada tema cinta, amarah, sedih, bahagia, persahabatan, dan ada juga lagu yang penuh adrenalin dan kritik berjudul ‘Nada Perlawanan’,” ungkap Guntur.
Album ‘Samasta’ terdiri dari sembilan lagu yang menggabungkan berbagai genre, dengan beberapa lagu yang lebih lambat dan intim, memberikan kesan yang lebih personal.
Guntur menjelaskan, album ini memiliki banyak lagu slow yang sengaja dipilih agar bisa lebih dinikmati oleh pendengarnya dalam berbagai situasi, seperti saat berkendara, menikmati kesunyian di kamar, atau merasakan kerinduan yang mendalam pada seseorang.
“Kami menyajikan banyak lagu yang slow di album ini, karena kami ingin lagu-lagu ini bisa nemenin para pendengar di jalan sambil berkendara, nemenin kesunyian di kamar, dan menemaninya saat merindukan seseorang,” kata Guntur.
Album ‘Samasta’ sudah dapat dinikmati secara resmi di berbagai platform streaming musik digital sejak 2 November 2024. Beberapa lagu yang ada dalam album ini telah menarik perhatian publik, bahkan beberapa di antaranya sempat viral dan dicover oleh musisi lain, seperti Tri Suaka yang meng-cover lagu “Kenangan” dan DwiTanty yang meng-cover lagu “Takkan Kembali.”
Salah satu lagu yang cukup menarik perhatian adalah ‘Terjebak’, yang merupakan kolaborasi antara Close to Breathe dan Sansan dari band Pee Wee Gaskins. Kolaborasi ini menambah warna baru dalam album ‘Samasta’ yang sudah dinantikan oleh para penggemar Close to Breathe.
Band yang terdiri dari Guntur (gitar, vokal), Doyen (bas gitar), dan Rangga (drum) ini memerlukan waktu cukup lama dalam proses pembuatan album ini, yang dimulai sejak tahun 2020. Waktu yang panjang tersebut digunakan untuk memastikan bahwa setiap lagu di album ‘Samasta’ memenuhi standar kualitas terbaik yang ingin mereka berikan kepada para pendengar setia mereka.
Dengan dirilisnya album ini, Close to Breathe berharap dapat terus membawa karya yang lebih berarti dan relevan dengan kehidupan banyak orang.
Album ‘Samasta’ menjadi bukti dari perjalanan panjang mereka dalam bermusik, serta komitmen untuk terus bereksperimen dan memberikan karya yang tak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.
Untuk para penggemar Close to Breathe, album ‘Samasta’ merupakan bukti bahwa band ini semakin matang dan siap memperluas jangkauan mereka, baik di kancah musik nasional maupun internasional. (san/*) # foto: dok. close to breathe









