TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kota Tangerang sejak Senin pagi, 12 Januari 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Kondisi cuaca ekstrem ini mengakibatkan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah dengan ketinggian antara 20 hingga 60 sentimeter.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Kota Tangerang, banjir terjadi di lima kecamatan, yakni Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas. Genangan air merendam jalan umum, permukiman warga, hingga fasilitas umum dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
“Kami mencatat genangan air terjadi di beberapa titik dengan ketinggian bervariasi, dan saat ini seluruh lokasi tersebut masih dalam pantauan petugas BPBD di lapangan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman.
Di Kecamatan Benda, banjir terjadi di Kampung Rawa Bokor RT 002/RW 01, Kampung Baru Jurumudi RT 002/RW 04, Pondok Pesantren At-Taqwa RW 09 Belendung, depan Polsek Benda, Kampung Rawa Bamban Jurumudi Baru, Jalan Atang Sanjaya, serta Jalan Husein Sastranegara. Dampak banjir di wilayah ini menyebabkan tujuh kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa mengungsi ke Pos Pemadam Kebakaran Benda.
Andia menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk memastikan keselamatan warga terdampak banjir. Fokus penanganan dilakukan pada wilayah yang terdapat pengungsi dan genangan dengan ketinggian cukup signifikan.
“Sejak pagi kami sudah melakukan monitoring ke lapangan, membantu mobilisasi warga, serta menyiagakan perahu dan personel di titik-titik rawan genangan,” kata Andia.
Sementara itu, genangan air juga terjadi di Kecamatan Neglasari, tepatnya di Perumahan Bandara Mas RW 06, Kelurahan Selapajang Jaya. Di Kecamatan Periuk, genangan menghambat arus lalu lintas di Jalan Situ Bulakan, Jalan Mutiara Peluit, dan Jalan Regency depan Pasar Regency.
Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas turut terdampak dengan genangan air di sejumlah ruas jalan utama. BPBD Kota Tangerang bersama tim gabungan terus melakukan penyedotan air di fasilitas umum dan memastikan akses jalan tetap dapat dilalui.
Andia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan. Ia meminta warga segera melapor apabila kondisi genangan membahayakan atau membutuhkan bantuan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera menghubungi layanan darurat apabila membutuhkan bantuan, terutama di wilayah yang masih berpotensi terjadi hujan lebat,” tutur Andia.
Hingga Senin siang, BPBD Kota Tangerang masih memantau kenaikan tinggi muka air sungai melalui CCTV. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih dapat terjadi hingga malam hari.
Warga diminta segera melapor melalui layanan darurat 112 atau Hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144 apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi darurat lainnya.










