Debit Air Cisadane Menyusut, Pintu Air 10 Ditutup

KOTATANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Debit air Sungai Cisadane yang mengalir menuju kawasan Pintu Air 10, Kota Tangerang, mulai menyusut di tengah kemarau panjang. Kondisi ini terjadi karena pasokan air dari wilayah hulu Bogor menurun dibandingkan kondisi normal.

Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi, mengatakan saat ini seluruh pintu air ditutup karena tidak terdapat debit limpasan yang cukup dari arah hulu. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air agar tetap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi dan keperluan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Untuk sekarang ini tidak ada debit limpas, pintu-pintu ditutup semua karena tidak ada pasokan dari Bogor, tidak seperti biasanya dan di bawah normal. Jadi kita tutup agar bisa masuk ke irigasi dan digunakan untuk hal yang lain,” kata Suyadi, saat ditemui Lensa Banten pada Senin, 31 Agustus 2026 sore.

Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi,
Petugas Operasional Bendungan Pintu Air 10, Suyadi

Tinggi Muka Air Turun

Penurunan debit tersebut turut membuat tinggi muka air di Pintu Air 10 ikut berkurang. Dari kondisi normal yang berada di kisaran 12,40 meter, kini tinggi muka air tercatat sekitar 11,55 meter.

“Harusnya di atas 12,00, sekitar 12,40 normal, sekarang sudah 11,55. Jadi sudah jauh berkurang,” jelasnya.

Suyadi mengatakan penurunan tinggi muka air mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, meski kondisi di bagian hilir sempat mengalami kekeringan, tinggi muka air di bagian hulu masih berada di kisaran 12,30 hingga 12,40 meter.

Pasokan air dari Bogor sempat kembali meningkat pada 17 Agustus 2026 dan membuat tinggi muka air kembali naik. Namun, setelah itu tidak kembali terjadi pasokan dalam jumlah yang sama sehingga debit air kembali mengalami penurunan.

Kemarau Panjang Pengaruhi Pasokan Air

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kemarau panjang yang membuat pasokan air dari wilayah hulu berada di bawah kondisi normal. Minimnya aliran dari Bogor kemudian berdampak pada ketersediaan air yang masuk ke kawasan Pintu Air 10.

Suyadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap bijaksana dalam menggunakan air. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air selama pasokan dari wilayah hulu belum kembali normal.

“Imbauan dari Pak kementerian pusat dari Dirjen kemarin dan dari Pak Wali Kota untuk kita jangan khawatir, jangan terlalu panik, air pasti dalam kategori aman. Intinya Pak Wali juga mengimbau agar bijaksana menggunakan air,” tuturnya.

Ia menegaskan penggunaan air sebaiknya dilakukan seperlunya dan tidak dibuang secara percuma. Imbauan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi debit masih mengalami penurunan.

“Iya, masyarakat diimbau untuk lebih menghemat air,” ujarnya.

Irigasi Masih Dalam Kondisi Aman

Meski tinggi muka air mengalami penurunan, Suyadi memastikan kondisi Pintu Air 10 saat ini masih dalam kategori aman, khususnya untuk kebutuhan irigasi. Penurunan dari 12,40 meter menjadi 11,55 meter belum membuat pasokan untuk irigasi berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Aman, masih amanlah. Walaupun terjadi penurunan seperti sekarang ini, tapi di irigasi masih dalam kategori aman,” pungkas Suyadi.

Suyadi berharap musim kemarau segera berakhir sehingga pasokan air dari Bogor dapat kembali normal seperti biasanya. Ia juga berharap masyarakat ikut menjaga penggunaan air agar ketersediaannya tetap terjaga.

“Mudah-mudahan musim kemaraunya cepat berlalu dan air kiriman dari Bogor juga sudah kembali normal seperti biasanya. Masyarakat juga diimbau tetap menjaga agar air bisa digunakan dengan semestinya, tidak dibuang dengan percuma,” harapnya.

Bendungan Berusia Hampir Seabad

Sebagai informasi, Bendungan Pintu Air 10 atau Bendung Pasar Baru/Sangego merupakan bangunan air raksasa yang berada di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. Bendungan tersebut dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1927 hingga 1932.

Bangunan tersebut memiliki 10 pintu air besar dengan ukuran lebar sekitar 10 meter. Pintu air ini berfungsi untuk mengendalikan banjir, menjaga cadangan air baku untuk kebutuhan pengolahan air bersih seperti PDAM, serta mendukung kebutuhan irigasi di sejumlah wilayah.

Di sekitar Pintu Air 10 juga terdapat intake atau pintu air berukuran lebih kecil yang mengatur aliran air menuju sejumlah wilayah lainnya. Di antaranya aliran yang mengarah ke kawasan Teluknaga dan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.