Disdik Kota Tangerang Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Siswa secara Sederhana

Disdik Kota Tangerang Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Siswa secara Sederhana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, menegaskan bahwa acara perpisahan tetap diperbolehkan, namun harus dilaksanakan secara sederhana dan di dalam wilayah Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Menjelang pengumuman kelulusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2 Juni 2025 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengimbau agar sekolah tidak mengadakan acara perpisahan secara berlebihan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, menegaskan bahwa acara perpisahan tetap diperbolehkan, namun harus dilaksanakan secara sederhana dan di dalam wilayah Kota Tangerang. Hal ini bertujuan agar tidak membebani para orang tua murid, baik dari sisi finansial maupun logistik.

Bacaan Lainnya

“Perpisahan dilakukan di sekolah masing-masing, baik di lapangan atau aula yang dimiliki sekolah. Selain itu, sekolah juga dapat mengajukan peminjaman gedung atau aula milik Pemkot Tangerang,” ujar Jamaluddin, pada Kamis, 22 Mei 2025.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan perpisahan harus melalui musyawarah dan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Ini penting agar tidak muncul pungutan yang membebani dan kegiatan tetap sesuai kemampuan masing-masing.

“Jadi, tidak ada kegiatan perpisahan yang berlebihan dan dilakukan di luar Kota Tangerang,” tambahnya.

Terkait biaya, Jamaluddin menekankan bahwa uang yang dikumpulkan dari orang tua siswa hanya diperuntukkan bagi konsumsi dan kebutuhan kebersihan, terutama jika lokasi kegiatan bukan di lingkungan sekolah.

“Uang yang dikeluarkan oleh orang tua murid hanya untuk konsumsi dan uang kebersihan jika menyewa tempat. Tapi kami sarankan lebih baik cukup dilaksanakan di sekolah, seperti di lapangan dengan menggelar apel kelulusan sambil membagikan Surat Keterangan Lulus,” katanya.

Disdik Kota Tangerang berharap seluruh sekolah mematuhi imbauan tersebut. Tujuannya agar kegiatan perpisahan tetap berlangsung meriah, namun dalam batas kewajaran dan tidak menjadi beban bagi siapa pun.

“Kami imbau supaya sekolah dan orang tua murid tidak memaksakan perpisahan yang berlebihan. Silakan berlangsung sesuai kemampuan masing-masing, secara sederhana dan tetap berlokasi di Kota Tangerang,” tutup Jamaluddin.

Dengan semangat kebersamaan dan kesederhanaan, perpisahan sekolah diharapkan menjadi momen yang penuh makna, bukan beban. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan nilai kebersamaan dan pendidikan karakter, ketimbang sekadar seremoni mewah yang kurang esensial.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.