KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya sebagai kota pintar dengan menghadirkan layanan pengelolaan sampah elektronik bagi masyarakat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), warga kini difasilitasi untuk membuang limbah elektronik secara aman guna mencegah dampak berbahaya terhadap lingkungan.
Beragam jenis sampah elektronik dapat diserahkan, mulai dari kipas angin, televisi, kompor, hingga perangkat elektronik lainnya. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret mengurangi risiko pencemaran dari limbah berbahaya yang kerap luput dari perhatian publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menuturkan bahwa sampah elektronik menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut dia, kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan agar memahami potensi bahaya limbah tersebut.
“Dan kita juga terus mengedukasi sebenarnya ke lapak-lapak yang mereka melakukan aktivitas dismantling tadi gitu kan, kanibalisme terhadap barang-barang elektronik. Kita berharap mereka juga mulai memperhatikan, karena yang kita khawatirkan bukan apa-apa, itu PCB-nya tuh, PCB bekasnya yang sudah dicabut-cabutin misalnya kan, ada beberapa bagian sudah dicabut, dia buang langsung ke tanah,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pembuangan komponen elektronik sembarangan dapat memicu pencemaran tanah dan air yang lebih berbahaya. Bahkan, limbah tersebut berpotensi tenggelam di sungai sehingga sulit terdeteksi, namun tetap merusak lingkungan.
Maka itu, Ia berharap masyarakat Kota Tangerang dapat menyadari bahaya sampah elektronik yang ada di lingkungan.
“Karena itu, Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk memberikan perlakuan khusus terhadap sampah elektronik,”imbuhnya.
Warga dapat menghubungi hotline DLH di 08111631631 atau langsung datang ke kantor dinas agar limbah tersebut ditangani secara tepat dan ramah lingkungan.
Iwan, warga di Kelurahan Cipondoh mengapresiasi langkah DLH Kota Tangerang tersebut. Kebijakan itu memudahkan warga yang ingin membuang sampah elektronik.
“Ini menjadi informasi baik bagi masyarakat, dengan begitu kita tidak bingung lagi membuang sampah elektronik kemana. Kita juga dapat berkontribusi menjaga alam kita dari bahaya sampah itu,”pungkasnya.









