KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID –– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tengah gencar menyoroti sampah ilegal yang ada di wilayah. Hal ini mendapat perhatian dari DPRD kota Tangerang.
Tasril Jamal, anggota komisi I DPRD kota Tangerang menilai Wali Kota Tangerang Sachrudin peduli terhadap lingkungan terutama dalam tata kelola sampah di kota Tangerang.
“Saya apresiasi Wali Kota Tangerang, saya rasa Sachrudin peduli soal lingkungan. Saat jalan meninjau wilayah dia lihat titi-titik sampah yang tidak pada tempatnya, ” Beberapa saat ditemui baru-baru ini.
Menurut Tasril, mestinya pihak RT, RW, Kelurahan dan kecamatan mencontoh apa yang dilakukan Wali Kota.
“Saya tidak melihat gerakan diikuti camat dan Lurah, saya menilai pak Wali kota harus menilai kinerja camat dan lurah karena tidak mengikuti gerakan pak Wali kota, “tegasnya.
Ia pun menegaskan patut di evaluasi jika ada Lurah dan Camat yang tidak mencontoh gerakan pimpinan.
” Karena mereka (Lurah-Camat) dan integrasiintegrasi, pak Wali kota konsen terhadap hal ini kok camat dan lurah tidak, “pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa budaya bersih harus melekat dalam etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam pengelolaan sampah.
Pesan tersebut disampaikan Sachrudin saat memimpin Apel Gabungan di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa 7 Oktober 2025, yang diikuti oleh seluruh pejabat, pegawai, dan anggota satgas kebersihan.
“Jadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya kerja ASN Kota Tangerang. Biasakan menjaga lingkungan kantor tetap bersih, kelola sampah dengan benar, dan edukasi masyarakat agar memilah serta mengurangi sampah dari rumah,” imbau Sachrudin.
Ia menambahkan, ASN sebagai pelayan publik sepatutnya menjadi teladan dalam kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong yang menular ke masyarakat.
“Budaya bersih tidak cukup hanya diserukan, tetapi harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat kita beraktivitas. Jika ASN bisa menjadi contoh hidup bersih, masyarakat pun akan ikut peduli dan menjaga lingkungannya,” ujarnya.
Sachrudin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan.









